Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Wabah Flu Burung H5 di AS Menyebar ke Kucing Domestik

Wabah Flu Burung H5 di AS Menyebar ke Kucing Domestik

Spesial Senin, 19 Agustus 2024 17:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Ilustrasi - Kucing Peliharaan (foto: Halodoc.com)

Advertisement

GazanaPublika.com – Wabah flu burung H5 yang sedang melanda Amerika Serikat kini memasuki fase yang semakin mengkhawatirkan. Tidak hanya menyerang burung dan unggas, virus Highly Pathogenic Avian Influenza (HPAI) H5N1 kini telah terdeteksi pada 23 spesies mamalia, termasuk kucing domestik, menurut laporan terbaru dari Departemen Pertanian AS yang diperbarui pada Selasa (13/8/2024).

Mamalia yang terinfeksi mencakup berbagai spesies seperti tikus rusa, rakun, rubah merah, singa gunung, beruang hitam, hingga hewan peliharaan seperti kucing rumah. Penyebaran virus ini pada spesies non-unggas menimbulkan kekhawatiran serius di kalangan pakar kesehatan hewan dan masyarakat luas.

Advertisement

Kristen Coleman, seorang assistant professor di School of Public Health di University of Maryland, dalam wawancara dengan outlet berita universitas, mengungkapkan bahwa lonjakan kasus infeksi flu burung pada kucing domestik mulai terlihat sejak awal 2023. “Kami mencatat peningkatan drastis dalam laporan infeksi H5N1 pada kucing peliharaan, yang menunjukkan bahwa virus ini mungkin mengalami adaptasi atau mutasi yang memungkinkannya menular ke spesies yang sebelumnya tidak terpengaruh,” kata Coleman.

BACA JUGA:  Warga Pulau Sebesi Gemar Tonton Erupsi Gunung Anak Krakatau

Penelitian yang dilakukan Coleman dan timnya menunjukkan bahwa meskipun flu burung H5N1 saat ini tidak menular antar manusia, perubahan dalam pola penyebaran virus ini bisa menjadi ancaman potensial di masa depan. “Kucing domestik, sebagai hewan peliharaan yang sering berinteraksi dengan manusia, dapat menjadi jalur potensial bagi penyebaran virus ini ke manusia,” tambahnya.

Lebih mengejutkan lagi, H5N1 yang biasanya menyerang burung liar dan unggas, pada akhir tahun lalu ditemukan pada sapi perah di AS. Sejak saat itu, virus ini menyebar ke berbagai spesies hewan lainnya. Colorado menjadi salah satu daerah dengan kasus H5N1 yang signifikan pada kucing domestik, dengan enam kasus yang terdeteksi sepanjang tahun ini.

BACA JUGA:  Di Swiss, Gereja Jadi Sepi Gara-gara Warga Hindari Pajak, Kok Bisa?

Dokter hewan Kay Russo, yang berbasis di Colorado dan telah menangani sejumlah kasus terkait, menyatakan kekhawatirannya terhadap pergerakan virus yang cepat dan mematikan ini. “Risiko penularan ke manusia akibat kontak dengan kucing belum dipahami dengan baik, namun dengan lonjakan kasus yang ada, tingkat kekhawatiran meningkat,” kata Russo.

Sementara itu, Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) AS terus menyatakan bahwa risiko terhadap masyarakat umum tetap rendah. Namun, peringatan tetap disampaikan kepada mereka yang memiliki kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, termasuk kucing.

Perkembangan ini menandakan bahwa wabah flu burung H5 bukan hanya ancaman bagi industri unggas tetapi juga bagi populasi mamalia yang lebih luas, termasuk hewan peliharaan. Seiring dengan penyebaran virus yang terus meluas, upaya penanggulangan dan penelitian lebih lanjut sangat diperlukan untuk memahami risiko dan mencegah potensi pandemi di masa depan.

Sumber: Antaranews.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Spesial

Penerimaan SDA Ratusan Triliun, Berapa yang Hilang di Tengah Jalan?

Spesial

Warga Pulau Sebesi Gemar Tonton Erupsi Gunung Anak Krakatau

Spesial

Di Swiss, Gereja Jadi Sepi Gara-gara Warga Hindari Pajak, Kok Bisa?

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version