Advertisement
GazanaPublika.com – Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia (RI) pada 17 Agustus 2024 telah berlalu beberapa hari yang lalilu. Acara tersebut berlangsung dengan khidmat di Ibu Kota Nusantara (IKN), simbol baru kemerdekaan Indonesia. Acara ini tidak hanya menandai peringatan hari kemerdekaan, tetapi juga menjadi momentum bersejarah pertama kali upacara nasional diselenggarakan di depan Istana Garuda, IKN, Kalimantan Timur. Acara boleh dinilai berjalan dengan sukses.
Namun siapa sangka di balik kesuksesan upacara ini, muncul sebuah sorotan yang menarik perhatian publik terkait Sultan Haji Muhammad Arifin, yang tidak lain adalah Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, ternyata tidak tampak di antara para tamu undangan. Ketiadaan Sultan dalam acara yang diselenggarakan di dekat wilayah kekuasaannya menimbulkan pertanyaan di kalangan masyarakat dan media.
Advertisement
Menanggapi hal ini, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kutai Kartanegara (Kukar) memberikan penjelasan. Sutrisno, Sekretaris Kesbangpol Kukar, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima arahan dari Kesbangpol Kalimantan Timur (Kaltim) untuk mendata tokoh-tokoh yang akan diundang ke upacara di IKN, termasuk tokoh-tokoh dari Kukar. Nama-nama ini kemudian disampaikan kepada pihak Kesultanan Kutai Kartanegara.
Pada 26 Juli 2024, surat pemberitahuan resmi dikirimkan kepada Kesultanan, meminta agar data diri dan salinan KTP dari perwakilan Kesultanan yang akan hadir segera dilampirkan sebelum batas waktu yang ditentukan. Namun, hingga batas waktu tersebut, tidak ada konfirmasi dari Kesultanan mengenai siapa yang akan diutus untuk menghadiri upacara.
“Kami hanya bertugas meneruskan undangan resmi yang diterima dari Kesbangpol Kaltim. Sayangnya, hingga batas waktu yang ditentukan, kami tidak mendapat konfirmasi data dari Kesultanan,” jelas Sutrisno kepada AyoBandung, Senin, 19 Agustus 2024. Hal ini membuat Kesbangpol Kukar hanya bisa mengirimkan data yang terkumpul kepada Kesbangpol Kaltim.
Dalam sebuah wawancara yang disiarkan oleh Tribun Kaltim, Sultan Haji Muhammad Arifin mengkonfirmasi bahwa ia memang tidak menerima undangan untuk menghadiri upacara tersebut. Meski begitu, Sultan menanggapi hal ini dengan tenang dan tidak mempermasalahkan ketidakhadirannya di IKN.
Sebagai gantinya, pada hari yang sama, Sultan Haji Muhammad Arifin memilih untuk memperingati HUT ke-79 Republik Indonesia bersama Bupati Kutai Kartanegara, Edi Damansyah, di halaman kantor Bupati. Kegiatan ini juga berlangsung dengan penuh khidmat, menandai solidaritas dan semangat kebangsaan yang tetap kuat di tingkat lokal.
Pembangunan IKN Nusantara sendiri diwarnai berbagai tantangan, baik teknis, sosial, maupun lingkungan. Dengan keberlanjutan sebagai salah satu prioritas utama, proses pembangunan ini memerlukan perencanaan matang dan pengawasan ketat agar tidak berdampak negatif terhadap ekosistem lokal yang kaya dengan keanekaragaman hayati. Perpindahan pusat pemerintahan dari Jakarta ke Nusantara juga membutuhkan komitmen dan upaya besar dari seluruh elemen bangsa.
Upacara peringatan HUT ke-79 RI di IKN menandai babak baru dalam perjalanan Indonesia sebagai sebuah bangsa, meskipun berbagai dinamika dan tantangan terus mewarnai prosesnya.
Sumber: Ayobandung.com
Advertisement
