Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Orang Tua Siswa SDIT Al Izzah Tolak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Orang Tua Siswa SDIT Al Izzah Tolak Program Makan Bergizi Gratis di Sekolah

Banten Rabu, 1 Oktober 2025 19:14 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Serang – Sejumlah orang tua siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Izzah, Kota Serang, menyatakan penolakan terhadap pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah mereka. Penolakan itu mencakup pemberian makanan kepada siswa maupun rencana pendirian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan yayasan.

Perwakilan wali murid, Baim Aji, menilai program tersebut tidak tepat sasaran jika menyasar siswa SDIT Al Izzah. Ia berpendapat masih banyak sekolah lain di Kota Serang dengan siswa yang lebih membutuhkan bantuan makanan gratis tersebut.

Advertisement

“Di sekolah kami, orang tua sudah membayar biaya masuk dan SPP cukup besar, bahkan hingga belasan juta rupiah. Kalau sudah mampu membiayai itu, mengapa program ini harus tetap dijalankan di sini,” kata Baim usai audiensi dengan Pemerintah Kota Serang, Selasa (30/9/2025).

BACA JUGA:  Wabup Serang Najib Hamas Dorong Baznas Kembangkan Penyaluran ZISWAF Berbasis Pemberdayaan

Selain soal ketepatan sasaran, pihaknya juga mempersoalkan aspek keamanan dan kenyamanan. Menurut mereka, kehadiran dapur MBG serta aktivitas distribusi di dalam lingkungan sekolah berisiko bagi siswa.

“Anak-anak bisa terdampak karena lalu lintas kendaraan yang keluar-masuk. Fasilitas sekolah juga berpotensi semakin sempit, belum lagi soal sampah dan keamanan. Kalau ada insiden, siapa yang akan bertanggung jawab?” ujarnya.

Meski sudah dilakukan audiensi dengan Pemkot Serang, para wali murid menegaskan posisi mereka belum berubah. Hasil pembahasan akan kembali dimusyawarahkan secara internal, namun sikap penolakan masih tetap dipegang.

Sementara itu, Pemkot Serang menyatakan akan menampung aspirasi orang tua siswa sekaligus meninjau kembali mekanisme penyaluran MBG agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan polemik di sekolah penerima.

BACA JUGA:  BMKG Pantau Intensif Aktivitas Gunung Anak Krakatau dan Ingatkan Risiko Tsunami Non Tektonik

Advertisement

Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Banten

Workshop Jurnalistik Kontemporer di SMAN 1 Cibeber, Bina Jurnalis Muda Kreatif

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.