Advertisement
GazanaPublika.com, Tangerang — Hujan yang turun tanpa jeda sejak malam hingga pagi mengubah Perumahan Pinang Griya, Kelurahan Pinang, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, menjadi hamparan genangan air. Subuh baru saja lewat ketika tanggul Kali Angke tak lagi mampu menahan derasnya debit, dan luapan air menerobos masuk ke permukiman warga.
Sekitar pukul 05.20 WIB, tanggul dilaporkan jebol. Air yang meluap tak hanya menggenangi jalan dan halaman rumah, tetapi juga merobohkan tembok salah satu bangunan yang posisinya menempel langsung dengan aliran kali. Arus deras terlihat mengalir melalui rumah tersebut, membuat jendela naik-turun berguncang diterpa limpasan air.
Advertisement
Kapolsek Pinang Iptu Adityo Wijanarko menjelaskan, hujan lebat sepanjang malam menjadi pemicu utama meningkatnya debit air di Kali Angke. “Jadi jarak rumah sama tanggul itu nempel. Karena ada ruang kosong, air masuk ke rumah,” kata Adityo saat dihubungi, Jumat (23/1/2026).
Banjir setinggi sekitar 60 sentimeter merendam ratusan rumah di kompleks tersebut. Total ada 1.800 keluarga dari dua rukun warga, yakni RW 05 dan RW 06, yang terdampak. Meski salah satu rumah jebol diterobos air, bangunan itu dalam kondisi kosong dan tidak berpenghuni.
“Itu rumah kosong, tidak ada penghuninya,” imbuh Adityo.
Situasi serupa juga terjadi di sejumlah titik lain di Kota Tangerang. Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Raden Muhammad Jauhari menyebut, hingga hari ini terdapat 32 titik banjir yang tersebar di beberapa kecamatan, mulai dari Benda, Ciledug, Cipondoh, Pinang, Jatiuwung, Sepatan, Pakuhaji, hingga Teluknaga. Ketinggian genangan bervariasi, dari 5 sentimeter hingga mencapai 120 sentimeter.
“Dengan kondisi terparah terjadi di Kelurahan Petir, Kecamatan Cipondoh, yang mengakibatkan akses Jembatan Bendungan Polor tidak dapat dilalui kendaraan roda dua,” ungkap Jauhari.
Hingga pagi, ketinggian air di sejumlah wilayah dilaporkan masih sama seperti semalam, bahkan cenderung meningkat seiring hujan yang kembali mengguyur kawasan tersebut. Dari hasil pemantauan, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 160 orang dari 16 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke lokasi yang lebih aman.
“Sebanyak 160 orang dari 16 Kepala Keluarga (KK) terpaksa mengungsi ke beberapa lokasi pengungsian yang telah disiapkan oleh petugas,” jelasnya.
Selain banjir, dampak cuaca ekstrem juga memicu pohon tumbang di wilayah Pakuhaji, tepatnya di Kampung Kebon Cabe, Desa Gaga. Pohon waru setinggi sekitar 25 meter dengan diameter batang mencapai dua meter roboh dan menimpa dua rumah warga. Meski menimbulkan kerusakan materiil, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Untuk mengantisipasi perkembangan situasi, aparat bersama instansi terkait mendirikan empat posko siaga bencana. Posko itu berada di Polres Metro Tangerang Kota, Kantor Damkar Kecamatan Benda, Kantor Satpol PP Kecamatan Teluknaga, serta Kampung Alar Indah, Desa Kohod, Pakuhaji. Petugas bersiaga memantau kondisi cuaca dan pergerakan air, sembari menyalurkan bantuan bagi warga yang terdampak.
Advertisement
