Advertisement
GazanaPublika.com, Lebak — Perwakilan Komisi III DPRD Kabupaten Lebak, Junaedi Ibnu Jarta, secara resmi membuka Seminar Kesehatan Nasional Tahun 2026 yang diselenggarakan secara virtual oleh Poltekkes Kemenkes Banten pada Senin, 20 Juli 2026. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya meningkatkan literasi masyarakat untuk membedakan gejala GERD dan serangan jantung guna mencegah risiko fatal sejak dini sepanjang siklus kehidupan.
Junaedi menyampaikan rasa syukur serta apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia dan sivitas akademika atas inisiatif acara yang dinilai memiliki nilai edukasi tinggi bagi masyarakat luas. “Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunia-Nya kita dapat berkumpul bersama dalam keadaan sehat walafiat untuk mengikuti agenda yang sangat penting ini secara virtual,” ujarnya.
Advertisement
Ia menegaskan bahwa upaya peningkatan pemahaman kesehatan memiliki landasan yuridis yang kuat, seperti Pasal 28H ayat (1) UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan.
“Pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Seminar ini bukan sekadar kegiatan akademis, melainkan wujud nyata pelaksanaan amanat undang-undang dalam memberikan hak informasi kesehatan kepada masyarakat,” tegasnya.
Pria yang akrab disapa Bang Jun ini menjelaskan, Komisi III DPRD Lebak berkomitmen menjaga akses pelayanan kesehatan yang adil, bermutu, dan terjangkau dengan terus mengawal penganggaran dan kebijakan daerah agar program preventif serta promotif dapat menjangkau hingga ke pelosok desa. Di sisi lain, Poltekkes Kemenkes Banten memegang peran krusial sebagai pencetak sumber daya manusia kesehatan yang kompeten melalui Tri Dharma Perguruan Tinggi.
“Pemerintah menyiapkan payung kebijakan dan infrastruktur, sementara institusi kesehatan menyediakan tenaga ahli dan edukasi ilmiah yang mampu mencegah kesalahpahaman serta kepanikan di tengah masyarakat,” tambahnya.
Lebih lanjut, edukasi ini juga disesuaikan dengan kebutuhan sepanjang siklus kehidupan, mulai dari masa remaja, usia produktif, kehamilan, hingga lansia. Peran tenaga kesehatan, khususnya bidan termasuk calon bidan dari Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Banten, dinilai sangat strategis sebagai ujung tombak edukasi di tengah keluarga dan komunitas.
“Dengan pemahaman yang tepat, bidan dapat membantu masyarakat mengenali tanda bahaya sejak dini, mencegah kepanikan yang tidak perlu, serta mempercepat penanganan medis yang tepat,” kata Junaedi.
Di akhir sambutan, perwakilan Komisi III DPRD Lebak ini berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan forum diskusi bersama para narasumber ahli secara maksimal untuk kemudian menyebarkan pengetahuan tersebut kepada lingkungan terdekat.
“Dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim, Seminar Kesehatan Nasional Tahun 2026 secara resmi dinyatakan dibuka. Semoga membawa keberkahan dan manfaat luas bagi kemajuan dunia kesehatan Indonesia,” tutupnya.
Advertisement
