Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Refly Harun Tuding Seorang Artis, Dalang Pemagar Laut 30 KM di Tangerang

Refly Harun Tuding Seorang Artis, Dalang Pemagar Laut 30 KM di Tangerang

Banten Selasa, 14 Januari 2025 20:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Tangerang – Pengamat politik sekaligus pakar hukum tata negara, Refly Harun, mengomentari isu pembangunan pagar laut sepanjang 30 kilometer di perairan Tangerang, Banten. Ia menduga dalang di balik proyek kontroversial ini adalah seorang artis ternama yang tengah naik daun dan memiliki kedekatan dengan kekuasaan.

“Kalau petunjuknya adalah selebriti yang booming, berbisnis, dan berani melakukan ini, maka hampir pasti dia memiliki hubungan dekat dengan kekuasaan,” ungkap Refly dalam kanal YouTube pribadinya yang tayang Senin (13/1/2025).

Advertisement

Laut Milik Publik, Bukan Perorangan

Refly juga merasa prihatin jika benar seorang selebriti menjadi dalang pembangunan pagar laut tersebut. Ia menegaskan bahwa laut merupakan aset publik yang tidak bisa dimiliki oleh individu, termasuk oleh tokoh kaya sekalipun.

BACA JUGA:  ALARM Lebak Layangkan Surat Pemberitahuan Aksi, Ribuan Massa Siap Duduki Gedung DPRD Tuntut Pemecatan Ketua Dewan

“Kalau ini dilakukan oleh selebriti dan bukan pemerintah, ini sangat luar biasa. Laut adalah milik republik, milik rakyat Indonesia yang jumlahnya lebih dari 270 juta orang. Tidak ada orang yang bisa membeli laut, bahkan Prabowo sekalipun,” tegasnya.

Kesaksian Nelayan

Dugaan ini sebelumnya mencuat dari seorang nelayan Pulau Cangkir bernama Heru. Ia mengungkapkan bahwa sosok artis terkenal diduga berada di balik pembangunan pagar tersebut.

“Siapa lagi kalau bukan selebriti yang lagi booming. Semua orang juga tahu siapa orangnya,” ujar Heru sembari tersenyum, dalam wawancara dengan YouTube Wartakotalive, Minggu (12/1/2025).

Heru juga mengaku kaget dengan pemasangan pagar laut itu, apalagi tidak ada pemberitahuan resmi dari pemerintah daerah. “Pemasangan pagar bambu ini sangat janggal. Kalau memang untuk budidaya, pasti ada standar khususnya, seperti panjang, lebar, dan tinggi yang sesuai aturan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Dengar Keluhan Warga, Gubernur Banten Andra Soni Bangun Jalan Kampung Buluh Pandeglang

Proyek Kontroversial Masih Disorot
Isu pagar laut ini memicu perdebatan karena selain menutup akses nelayan, proyek ini juga dinilai melanggar asas keadilan bagi masyarakat pesisir. Refly Harun mendesak pemerintah untuk segera menyelidiki siapa yang bertanggung jawab atas pembangunan pagar tersebut dan memastikan tidak ada pelanggaran hukum terkait pemanfaatan wilayah laut.

“Jika ini dibiarkan, ini akan menjadi preseden buruk di mana individu atau kelompok tertentu merasa bisa memiliki laut yang sejatinya adalah milik bersama,” pungkas Refly.

Kasus ini terus menjadi perhatian, dan masyarakat berharap pihak berwenang segera memberikan kejelasan atas kontroversi yang berkembang.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Banten

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Banten

Workshop Jurnalistik Kontemporer di SMAN 1 Cibeber, Bina Jurnalis Muda Kreatif

Banten

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

Banten

Driver Lokal Lontar Tolak Penambahan Armada FABA dari Luar Wilayah, Minta Kontrak dan Ritasi Transparan

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.