Advertisement
GazanaPublika.com , Serang – Suasana hangat dan penuh kebersamaan mewarnai acara Halal Bihalal yang digelar oleh warga RT 004 RW 009, Komplek Taman Banjar Agung Indah, Kecamatan Cipocok Jaya, Kota Serang, Banten, pada Selasa (15/4/2025). Mengusung tema “Satukan Hati, Eratkan Silaturahmi, Kuatkan Ukhuwah Islamiyah”, kegiatan ini menjadi momen penting bagi masyarakat untuk saling memaafkan sekaligus mempererat hubungan sosial setelah melewati bulan Ramadan.
Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat, termasuk Ustadz Kimaruddin yang akrab disapa Jangkrik Kalung sebagai penceramah utama. Turut hadir pula tokoh politik dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Serang, Tb. Ridwan Akhmad.
Advertisement
Dalam sambutannya, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Basuni menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir. Ia juga memohon maaf lahir dan batin kepada seluruh warga serta menyampaikan harapannya agar kegiatan semacam ini bisa menjadi tradisi tahunan yang menjadi contoh positif di lingkungan sekitar.
“Ini adalah kegiatan perdana dan kami berharap dapat menjadi inspirasi serta teladan bagi warga lainnya,” ujarnya.
Acara yang berlangsung dengan penuh khidmat ini diawali dengan penampilan ceria dari grup kasidah ibu-ibu yang membangkitkan semangat kebersamaan. Tak hanya itu, anak-anak juga turut ambil bagian dalam sesi tahfidz Al-Qur’an yang menambah nuansa religius dalam kegiatan tersebut.
Salah satu tokoh masyarakat, Dr. H. Masrupi, turut menyampaikan pandangan historis mengenai tradisi Halal Bihalal. Ia menjelaskan bahwa konsep ini pertama kali dicetuskan pada masa Presiden Soekarno yang kala itu meminta nasihat ulama untuk menciptakan momen silaturahmi usai bulan Ramadan.
“Halal Bihalal bukanlah bid’ah, melainkan bagian dari budaya bangsa yang sarat makna kebersamaan,” ungkap Masrupi. Ia juga menekankan pentingnya menghargai perbedaan sebagai bagian dari kehendak Ilahi, mengutip ayat Al-Qur’an dari surah Al-Hujurat ayat 13 yang menekankan nilai persaudaraan dan ketakwaan.
“Perbedaan justru menjadi alasan kita untuk saling mengenal, saling mencintai, dan hidup dalam keharmonisan,” tambahnya.
Dengan semangat ukhuwah dan nuansa kekeluargaan yang kental, acara ini diharapkan menjadi titik awal lahirnya tradisi positif yang memperkuat ikatan antarwarga di Komplek Taman Banjar Agung Indah. ***
Advertisement
