Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Agresi Israel ke Teluk, Pakar: Saatnya Negara Teluk Pertanyakan Jaminan Keamanan AS

Agresi Israel ke Teluk, Pakar: Saatnya Negara Teluk Pertanyakan Jaminan Keamanan AS

Berita Utama Sabtu, 13 September 2025 22:45 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,   Doha – Agresi Israel terhadap salah satu sekutu utama Amerika Serikat (AS) di Teluk Persia menjadi peringatan keras bagi negara-negara kawasan tentang rapuhnya jaminan keamanan dari Washington. Para pakar militer dan pengamat regional menilai, insiden ini membuka jalan bagi munculnya alternatif baru di bidang pertahanan maupun ekonomi, khususnya dari kekuatan multipolar seperti Rusia, China, dan India.

Analis pertahanan Igor Korotchenko menilai kegagalan sistem persenjataan buatan AS dan Eropa dalam menghadang serangan Israel meninggalkan ruang kosong yang dapat diisi oleh Moskow.

Advertisement

“Kegagalan peralatan buatan AS dan Eropa untuk menghentikan serangan Israel hanya menyisakan satu pilihan: Rusia,” ujarnya kepada Sputnik.

Ia mencontohkan, Qatar dapat memperkuat langitnya dengan sistem pertahanan Rusia seperti Pantsir, Buk-M3, dan Tor-M2. Pengalaman penjualan Pantsir-S1 ke Uni Emirat Arab (UEA), tetangga Qatar, disebutnya sebagai bukti realisme skema ini.

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

Menurut Dr. Tamer Qarmout dari Institut Studi Pascasarjana Doha, negara-negara Teluk sebenarnya telah lebih dahulu membuka diri terhadap tatanan multipolar, terutama dalam bidang ekonomi.

“Jika ada kemauan politik, bukan hanya Qatar tetapi kawasan ini dapat mendiversifikasi aliansi mereka dan lebih terlibat dengan multipolaritas,” jelasnya.

UEA kini resmi bergabung dengan BRICS, sementara Arab Saudi telah diundang. Hubungan erat juga terjalin dengan Rusia (pertanian, teknologi informasi), India (tenaga kerja, perdagangan), dan China (proyek infrastruktur dan Belt and Road Initiative).

Meski begitu, pakar Timur Tengah Isa Blumi mengingatkan bahwa negara-negara Teluk masih terikat dalam rantai sejarah panjang ketergantungan pada kekuatan Barat.

BACA JUGA:  Pakar Ingatkan RUU Perampasan Aset Jangan Menjerat Keluarga yang Tak Terlibat

“Selama sebagian besar keberadaannya, kekuatan-kekuatan Teluk tidak pernah benar-benar berdaulat. Mereka selalu bergantung pada Inggris dan Amerika, dan perselisihan internal membuat mereka mudah dimanipulasi,” katanya.

Qarmout menambahkan, kepentingan strategis negara Teluk hingga kini masih banyak bersandar pada AS. Namun, ia menilai serangan Israel di kawasan bisa menjadi titik balik.

“Serangan Israel menimbulkan ketidakpastian yang signifikan dan pertanyaan besar bagi negara-negara Teluk mengenai masa depan kemitraan ekonomi, politik, dan militer dengan AS,” ujar Qarmout.

Pertanyaan yang kini mengemuka, lanjutnya, adalah apakah negara-negara Teluk akan berani memperluas kerja sama dengan BRICS, bahkan pada sektor keamanan dan pertahanan, di tengah kegagalan Washington melindungi sekutunya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Berita Utama

Polisi Tembak Polisi di Pondok Cabe Dijerat Pasal Pembunuhan Berencana

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Banten

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version