Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Bangkitnya Kebudayaan Nusantara Indikator Persatuan Indonesia

Bangkitnya Kebudayaan Nusantara Indikator Persatuan Indonesia

Daerah Kamis, 21 Mei 2026 14:06 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Cianjur — Memperingati Hari Kebangkitan Nasional dan Refleksi Mei Reformasi 98 diselenggarakan oleh Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran dan INSS, di Cianjur, Rabu, (20/5/2026). Kegiatan tersebut dihadiri 150 orang.

Kegiatan ini diikuti oleh para pemuda lintas komunitas maupun Agama, termasuk generasi X milenial, Gen Z dan Alpha, berlaku sebagai pelaksana utama adalah Gen z, sebagai upaya estafet kepemimpinan berbasis kebudayaan sebagai upaya dalam merawat semangat Kebangkitan Nasional di era kekinian. Turut hadir dan memberikan sambutan, Sekretaris Dinas Kebudayaan & Pariwisata Cianjur;

Advertisement

Sebagai ketua Pelaksana, Muhamad Alwan mengatakan, “kebudayaan bukan hanya aspek teknis berkesenian saja, kebudayaan lebih dari itu semua, sebab kebudayaan menekankan individu untuk lebih memahami arti perilaku yang didasari oleh Budo Pekerti. Dalam momentum Kebangkitan Nasional ini, kami mengajak semua kalangan untuk tetap mempertahankan nilai-nilai luhur budaya asli Nusantara, sebagai indikator kemajuan bangsa, Kita boleh maju secara teknologi tapi kebudayaan asli nusantara tidak bisa kita tinggakan,” tambahnya.

Sekdis Budpar Kab. Cianjur Offan Soffarudin Maulana, mengatakan“, terimakasih yang sebesarnya kepada Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran atas terselenggaranya kegiatan ini, dan hal ini merupakan inisiasi yang sangat positif dalam rangka memperkuat nilai-nilai Kebangkitan Nasional, hal tersebut berkaitan  dengan tujuan Pemajuan Kebudayaan,dengan nilai asli leluhur Pasundan yaitu Silih asih, silih asuh, silih asah.

BACA JUGA:  Bau Busuk Tercium di Stasiun LRT Pancoran, Polisi Selidiki Dugaan Penemuan Jenazah

Sesepuh Padepokan, Tedi Subarkah mengatakan, “Indonesia punya banyak contoh kearifan lokal yang bagus, dalam memperkuat sikap dan rasa kebangsaan, salah satu satunya rempug jukung dan sauyunan atau dikenal dengan istilah gotong royong dan tenggang rasa, sebagai wujud solidaritas masyarakat. Nilai-nilai tersebut masih relevan di tengah tantangan global yang semakin berat karena kondisi geopolitik dan ekonomi global, serta berkaitan dengan semangat Reformasi 98 yaitu memperkuat rasa kebangsaan dan profesionalitas dalam menjalankan amanat Rakyat. Perekonomian Indonesia tidak semata sebatas memperluas jaringan pasar semata, tetapi strategi memperkuat daya tahan masyarakat dalam segala hal.

Sekretaris INSS (Intelegence National & Securities Studies) Sdr M Sanik mengatakan Kegiatan ini didukung penuh oleh Direktur Eksekutif INSS, Dr. Stepi Anriani, S.IP.M.IP.,selanjutnya Sanik menuturkan “Kegiatan yang positif ini akan menjadi inspirasi kalangan Genz di berbagai Daerah, dan sebagai tujuan inti adalah mengajak semua pihak untuk tidak mudah terhasut dengan beredarnya narasi negatif yang memenuhi ruang-ruang Media Sosial”.

Selain Tedi, para Sesepuh yang hadir diantaranya Elfira Dunov Perwakilan Dari masyarakat Adat Bali, menekankan bahwa model ekonomi berbasis kolaborasi antar pelaku usaha kecil, koperasi, dan jaringan sosial lintas sektoral menjadi fondasi penting untuk menghadapi tekanan global yang semakin dinamis”.

Selain forum diskusi, acara juga diisi dengan berbagai kegiatan yang merefleksikan semangat Kebangsaan berbasis kebudayaan. Penampilan kesenian tradisional berupa Mamaos Cianjuran yang di bawakan oleh Nurhasanah (Juru Kawih), Kang Iwa (Kacapi) dan Sukma Amanatullah (Suling) Adi Prawita (Sound). Mamaos Cianjuran menjadi pembuka acara yang menghidupkan identitas lokal, disusul orasi-orasi tentang makna kebangsaan yang menggugah kesadaran kolektif peserta.

BACA JUGA:  Sherly Tjoanda Keluhkan 16 Ribu Hektare TORA Tak Kunjung Dibagikan ke Petani

Suasana semakin dinamis melalui musikalisasi puisi yang mengangkat tema perjuangan dan refleksi reformasi 98 oleh, Cakra Putra Ciptaningrasa dan Tri Anisa Dewi Tjakrawati mewakili Gen Alpha, kemudian aksi bakti sosial sebagai berupa Santunan untuk kalangan Lansia/Jompo dan anak yang sudah tidak memiliki orang tua kandung, wujud  nyata gotong royong di tengah masyarakat.
Kemudian penampilan Atraksi dan Silat Pajampangan yang di perankan oleh Sdr Rijal (Padepokan Tjakra Poetra Padjadjaran).

Kegiatan ini di hadiri oleh Perwakilan dari Warga Gowa makassar, yaitu Chaerul Malombassang, Para sesepuh Paguron Kanca Satya, Warga Adat Banjar Kujang Padjadjaran Anyar, Maung Lugay, Perwakilan Gen z Provinsi Banten, Surabaya Jawa Timur, Kulonprogo Jawa Tengah, unsur Keguruan Menengah Cimahi dan Bandung, serta Gen Z dari DKI Jakarta.

Sebagai penutup,para generasi Muda lintas wilayah mendeklarasikan komitmen bersama untuk menolak segala bentuk Anarkisme dan menjaga Persatuan Indonesia. Deklarasi ini menjadi simbol bahwa kebangkitan generasi muda tidak hanya berhenti pada wacana, tetapi juga diwujudkan dalam sikap dan tindakan nyata, yaitu membantu sesama dan menjaga kondusifitas.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version