GazanaPublika.com, Jakarta – Sebuah operasi senyap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagetkan Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Sabtu (15/3). Delapan orang, diduga kuat merupakan pejabat lokal dan pihak swasta, diamankan dalam operasi tangkap tangan (OTT) yang digelar sejak dini hari.
Juru Bicara KPK Tessa Mahardika membenarkan operasi tersebut. “Benar KPK telah mengamankan delapan orang,” ujarnya melalui keterangan tertulis yang diterima CNNIndonesia.com. Namun, Tessa enggan membeberkan detail kasus, termasuk dugaan tindak pidana yang melatarbelakangi OTT. “Lebih jelasnya akan disampaikan nanti pada saat Konpers resmi terkait kegiatan tersebut,” tambahnya.
Sumber internal KPK yang enggan disebut namanya menyebut operasi ini diduga terkait proyek infrastruktur senilai ratusan miliar rupiah di OKU. “Ada indikasi suap pengadaan tender jalan dan jembatan. Tapi kami masih mengonfirmasi,” ujar sumber tersebut.
OTT ini menjadi yang pertama di Sumatera Selatan sepanjang 2025. Kabupaten OKU sendiri tercatat sebagai daerah rawan praktik korupsi, dengan tiga kasus serupa terjadi dalam lima tahun terakhir. Tahun lalu, mantan Bupati OKU Timur divonis 8 tahun penjara karena menerima gratifikasi proyek perkebunan.
Masyarakat setempat menyambut positif langkah KPK. “Semoga ini jadi peringatan bagi pejabat yang masih bermain kotor. OKU butuh perubahan,” kata Andi, warga OKU yang enggan menyebut nama lengkap.
KPK memiliki waktu 1×24 jam untuk menentukan status delapan orang yang diamankan, apakah akan ditetapkan sebagai tersangka atau dilepas. Jika terbukti, kasus ini bisa menjadi momentum pembersihan birokrasi di daerah yang kerap disebut sebagai ‘lumbung korupsi’ Sumsel.
