Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Trump dan Netanyahu Umumkan Proposal Perdamaian Gaza, Arab dan Indonesia Disebut Setuju

Trump dan Netanyahu Umumkan Proposal Perdamaian Gaza, Arab dan Indonesia Disebut Setuju

Internasional Rabu, 1 Oktober 2025 2:04 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan sebuah rencana perdamaian besar yang digadang-gadang sebagai langkah akhir mengakhiri perang Israel di Gaza. Rencana ini mendapat dukungan langsung dari Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu, dan menuai respons beragam dari dunia internasional.

Dalam pengumuman yang dilakukan di Gedung Putih pada Senin (29/9/2025) waktu setempat, Trump menyebut inisiatif tersebut sebagai “hari bersejarah bagi perdamaian”. Ia menegaskan bahwa Israel akan mendapat dukungan penuh dari Washington untuk menyelesaikan misinya menghancurkan Hamas, namun sekaligus membuka jalan bagi gencatan senjata dan proses rekonstruksi Gaza.

Advertisement

“Netanyahu akan mendapat dukungan AS untuk menyelesaikan tugas menghancurkan Hamas,” ujar Trump dalam pidato bersama Netanyahu.

Inti Proposal Trump-Netanyahu

Menurut laporan BBC International dan Al Jazeera, proposal Trump ini mencakup 20 hingga 21 poin utama. Berikut ringkasannya:

• Penghentian operasi militer segera dengan garis pertempuran dibekukan sampai syarat penarikan bertahap terpenuhi.
• Hamas wajib melucuti senjata dalam waktu 72 jam, termasuk menghancurkan terowongan, fasilitas senjata, dan menyerahkan semua sandera—baik hidup maupun jenazah.
• Pertukaran jenazah: setiap jenazah sandera Israel yang diserahkan akan dibalas dengan pembebasan jenazah 15 warga Gaza.
• Bantuan kemanusiaan penuh akan segera masuk ke Gaza setelah proposal disetujui.
• Komite teknokrat Palestina akan memimpin pemerintahan sementara Gaza, diawasi oleh Dewan Perdamaian yang dipimpin langsung oleh Trump.
• Mantan PM Inggris Tony Blair masuk dalam Dewan Perdamaian, bersama sejumlah tokoh internasional lain yang akan diumumkan.
• Fokus pada pembangunan ekonomi Gaza, termasuk rekonstruksi infrastruktur.
• Israel tidak akan menduduki atau mencaplok Gaza, pasukannya mundur secara bertahap.
• Warga Palestina tidak dipaksa keluar dari Gaza, melainkan didorong untuk membangun kembali kehidupan di wilayah itu.
• Hamas tidak boleh terlibat dalam pemerintahan Gaza, baik langsung maupun tidak langsung.
• Proposal membuka jalan menuju pembentukan negara Palestina, yang disusun oleh rakyat Palestina dengan dukungan ahli internasional.

BACA JUGA:  Serangan Rudal dan Drone Iran di Yordania, 2 Tentara AS Tewas, 1 Hilang

Tony Blair memuji langkah Trump, menyebut rencana ini sebagai “berani dan cerdas”.

Dukungan Dunia Arab dan Indonesia

Rencana Trump ternyata tidak hanya melibatkan Israel dan Palestina. Menurut laporan AFP, delapan negara Arab dan Muslim utama juga menyatakan dukungan. Mereka adalah Mesir, Yordania, Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab (UEA), Turki, Pakistan, dan Indonesia.

Pernyataan bersama itu dikeluarkan setelah pertemuan antara Trump dengan para pemimpin negara-negara tersebut di sela-sela Sidang Umum PBB ke-80 di New York. Dalam pernyataan itu, mereka “menegaskan kesiapan untuk terlibat secara positif dan konstruktif” demi memastikan tercapainya perjanjian damai Gaza.

Khusus Qatar dan Arab Saudi, keterlibatan mereka sangat penting. Qatar dikenal memainkan peran sebagai mediator kunci dalam konflik Gaza, sementara Arab Saudi disebut akan mengaitkan dukungan pada rencana normalisasi hubungan dengan Israel.

BACA JUGA:  Iran Bantah Adanya Dialog Teknis di Doha, Tuntut Pelaksanaan MoU Selat Hormuz

Dua negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia, Indonesia dan Pakistan, juga ikut menandatangani dukungan. Indonesia bahkan disebut menawarkan pasukan penjaga perdamaian untuk ditempatkan di Gaza di masa depan. Sedangkan Pakistan dinilai memanfaatkan momentum ini untuk memperbaiki hubungan dengan Washington.

Meski mendapat dukungan sejumlah negara, Hamas hingga kini belum memberikan respons resmi terhadap proposal tersebut. Bagi banyak kalangan, syarat pelucutan senjata Hamas dan penghapusan peran politiknya di Gaza dianggap sebagai poin paling kontroversial.

Pengamat menilai, jika Hamas menolak, maka rencana Trump bisa kembali berakhir seperti upaya-upaya perdamaian sebelumnya yang kandas. Namun, bila diterima, Gaza berpotensi memasuki fase transisi politik yang diawasi komunitas internasional.

Trump sendiri yakin rencananya akan berjalan. “Ini adalah momentum yang menentukan. Gaza bisa beralih dari perang tanpa akhir menuju perdamaian yang nyata,” katanya.

Menatap Ke Depan

Jika berhasil, proposal ini akan membuka jalan baru bagi pembentukan negara Palestina yang selama puluhan tahun menjadi tuntutan utama dunia internasional. Namun, jika gagal, konflik Gaza bisa kembali berkobar dengan dampak kemanusiaan yang lebih besar.

Bagi Indonesia, dukungan terhadap proposal Trump sejalan dengan konsistensi politik luar negeri yang mendukung Palestina. Namun, tawaran mengirim pasukan ke Gaza juga menandai langkah baru yang menunjukkan peran lebih aktif Jakarta dalam percaturan perdamaian global.

Advertisement

Benjamin Netanyahu Donald Trump
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.