Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Italia Mundur Kawal Global Sumud Flotilla, Relawan Tetap Nekat Menuju Gaza

Italia Mundur Kawal Global Sumud Flotilla, Relawan Tetap Nekat Menuju Gaza

Internasional Rabu, 1 Oktober 2025 19:07 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Roma/Gaza – Italia memutuskan menarik kapal perangnya dari misi pengawalan armada bantuan kemanusiaan untuk Jalur Gaza, Global Sumud Flotilla (GSF), meskipun posisi armada semakin mendekati perairan Gaza pada Selasa (30/9/2025) malam waktu setempat.

Kementerian Pertahanan Italia menyatakan, fregat yang sebelumnya mengawal armada GSF berhenti berlayar setelah berada di jarak sekitar 278 kilometer dari garis pantai Gaza. Menteri Pertahanan Guido Crosetto mengungkapkan kekhawatiran bahwa kapal armada akan dicegat di laut lepas dan para aktivis ditangkap.

Advertisement

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni turut meminta agar armada itu menghentikan perjalanan. Menurutnya, misi tersebut dapat merusak upaya perdamaian yang tengah didorong pemerintahan Donald Trump di Timur Tengah.

BACA JUGA:  Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Meski demikian, pihak GSF menegaskan tetap akan melanjutkan pelayaran menuju Gaza. Keputusan Italia diduga diambil untuk menghindari potensi konfrontasi langsung dengan militer Israel, mengingat kapal bantuan kini semakin dekat dengan wilayah yang diblokade.

“Israel kemungkinan akan menyerang kami malam ini, karena semua sinyal menunjukkan hal ini akan terjadi,” kata juru bicara armada Italia, Maria Elena Delia, kepada The Guardian.

Armada GSF diketahui membawa lebih dari 500 relawan internasional, termasuk aktivis iklim asal Swedia, Greta Thunberg. Mereka diperkirakan akan tiba di perairan Gaza dalam 18 jam ke depan.

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran publik, mengingat pada misi serupa Mei lalu, kapal bantuan yang digagas organisasi Medleen diserang dan dibajak oleh Israel. Kala itu, sejumlah relawan, termasuk Thunberg, ditangkap dan kemudian dideportasi ke negara asalnya.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Kini, mata dunia tertuju pada GSF yang bertekad menembus blokade, sementara ancaman serangan Israel disebut kian nyata.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version