Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ketegangan Arktik Memuncak, Prancis dan Sekutu NATO Kirim Pasukan ke Greenland di Tengah Klaim AS

Ketegangan Arktik Memuncak, Prancis dan Sekutu NATO Kirim Pasukan ke Greenland di Tengah Klaim AS

Internasional Jumat, 16 Januari 2026 20:55 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Lanskap geopolitik di kawasan Arktik memasuki babak baru pada pertengahan Januari 2026. Pada Kamis (15/1/2026), Presiden Prancis Emmanuel Macron mengumumkan bahwa negaranya akan mengerahkan aset darat, laut, dan udara ke Greenland dalam beberapa hari ke depan, menyusul kedatangan gelombang awal pasukan Prancis di pulau otonom milik Kerajaan Denmark tersebut.

Langkah itu berlangsung sehari setelah, pada Rabu (14/1/2026), Kementerian Pertahanan Denmark menyatakan akan memperkuat kehadiran militernya di Greenland bersama sekutu Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), dengan meningkatkan intensitas latihan dan patroli di kawasan Arktik.

Advertisement

Macron menyebutkan bahwa kontingen awal Prancis telah mendarat lebih dulu di lapangan. Mengutip laporan media Prancis BFMTV dan kantor berita internasional, sekitar 15 personel militer Prancis sudah berada di Greenland untuk mengikuti latihan gabungan dan menyiapkan kedatangan penguatan dari tiga matra.

“Tim militer Prancis pertama sudah berada di lapangan dan akan diperkuat dengan aset darat, udara, dan laut dalam beberapa hari mendatang,” ujar Macron saat berbicara kepada personel militer di sebuah pangkalan udara dekat Marseille, Kamis (15/1/2026).

Pengerahan ini menjadi bagian dari latihan multinasional yang dipimpin Denmark dan melibatkan sejumlah negara Eropa, termasuk Jerman, Swedia, Norwegia, Finlandia, dan Belanda. Dalam kerangka NATO, misi tersebut diposisikan sebagai upaya memperkuat keamanan kawasan Arktik sekaligus menunjukkan solidaritas pertahanan kolektif terhadap wilayah yang dinilai semakin strategis.

BACA JUGA:  Teheran Mulai Persiapkan Upacara Pelepasan Ali Khamenei, Prosesi Dijadwalkan Berlangsung Sebelum Akhir Juni

Pada Jumat (16/1/2026), media Eropa dan Asia melaporkan bahwa Jerman telah mengirim 13 personel militer sebagai tim pengintaian, sementara kontingen kecil dari negara sekutu lainnya sudah tiba atau dalam perjalanan menuju Greenland. NATO juga disebut tengah mengkaji kemungkinan meningkatkan kehadiran militer jangka menengah sepanjang 2026, seiring meningkatnya tensi politik di kawasan.

Klaim AS Jadi Pemicu

Rangkaian langkah Eropa ini tidak lepas dari pernyataan berulang Presiden AS Donald Trump, yang dalam beberapa kesempatan menyebut bahwa Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat. Trump menilai pulau tersebut memiliki nilai strategis tinggi bagi keamanan nasional AS dan pertahanan ‘dunia bebas’, terutama dalam menghadapi pengaruh China dan Rusia di kawasan Arktik.

Pernyataan itu memicu respons tegas dari otoritas Denmark dan pemerintah Greenland. Keduanya menegaskan bahwa kedaulatan dan integritas teritorial Greenland tidak dapat ditawar, serta berharap Washington menghormati hukum internasional dan struktur kenegaraan yang berlaku.

Upaya meredakan ketegangan melalui jalur diplomatik juga menemui jalan terjal. Pembicaraan tingkat tinggi antara pejabat AS, Denmark, dan pemerintah Greenland yang berlangsung pada pekan yang sama dilaporkan gagal mencapai kesepakatan mengenai masa depan pulau tersebut. Situasi itu memperkuat sinyal bahwa isu Greenland telah bergeser dari sekadar wacana politik menjadi arena tarik-menarik kepentingan strategis global.

BACA JUGA:  Kunjungan Perdana Xi Jinping ke Pyongyang: Disambut Karpet Merah oleh Kim Jong Un dan Istri

Latar Sejarah Greenland

Greenland merupakan koloni Denmark hingga 1953, sebelum kemudian menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Sejak 2009, wilayah ini memperoleh status otonomi luas, dengan kewenangan mengatur pemerintahan dan kebijakan dalam negeri sendiri, meski urusan pertahanan dan luar negeri tetap berada di bawah Kopenhagen.

Para pengamat menilai, pengerahan pasukan Eropa ke Greenland pada Januari 2026 menjadi indikator penting hubungan transatlantik. Di satu sisi, NATO ingin menegaskan solidaritas dan kesiapan menjaga keamanan kawasan Arktik. Di sisi lain, klaim Washington terhadap pulau tersebut berpotensi menguji keselarasan politik antara Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya di Eropa.

Dengan gelombang pasukan yang terus berdatangan dan latihan militer yang ditingkatkan, Greenland kini tak hanya menjadi wilayah es di utara Atlantik, tetapi juga titik panas baru dalam peta geopolitik global. Perkembangan selanjutnya diperkirakan akan terus menjadi sorotan dunia dalam beberapa pekan ke depan.

Advertisement

Kerajaan Politik Sejarah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.