Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Iran Beri Syarat Buka Selat Hormuz, Kecam Ancaman Trump, Harus Ada Kompensasi Perang

Iran Beri Syarat Buka Selat Hormuz, Kecam Ancaman Trump, Harus Ada Kompensasi Perang

Internasional Senin, 6 April 2026 22:53 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Teheran — Konflik antara Iran dan Amerika Serikat kembali memasuki fase yang semakin kompleks. Pemerintah Iran kini secara terbuka mensyaratkan kompensasi atas kerusakan akibat perang sebagai prasyarat untuk membuka kembali Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi nadi distribusi minyak dunia.

Pernyataan tersebut disampaikan Wakil Bidang Komunikasi di Kantor Presiden Iran, Seyyed Mehdi Tabatabaei, yang menegaskan bahwa pembukaan kembali selat itu tidak akan dilakukan tanpa adanya mekanisme ganti rugi melalui skema hukum baru.

Advertisement

Menurut Teheran, kompensasi perang akan diwujudkan melalui sistem biaya transit baru bagi kapal-kapal yang melintas di Selat Hormuz. Skema ini dinilai sebagai bentuk penggantian atas kerugian besar yang ditimbulkan akibat konflik berkepanjangan.

Langkah Iran ini menandai pergeseran konflik dari sekadar konfrontasi militer menuju tekanan ekonomi dan hukum internasional. Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling vital di dunia, tempat sebagian besar ekspor minyak dari kawasan Teluk melewati jalur sempit tersebut.

BACA JUGA:  Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

Sikap keras Teheran muncul sebagai respons langsung atas ancaman terbaru Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Sebelumnya, Trump mengultimatum Iran untuk segera membuka kembali Selat Hormuz, seraya mengancam akan menyerang infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan jika tuntutan itu tidak dipenuhi.

Iran mengecam keras ancaman tersebut. Tabatabaei menilai pernyataan Trump mencerminkan frustrasi politik sekaligus retorika yang berbahaya di tengah situasi konflik yang sensitif.

Tidak hanya berhenti pada pernyataan domestik, Iran juga membawa isu ini ke forum internasional dengan menyoroti potensi pelanggaran hukum perang dan ancaman terhadap infrastruktur sipil.

Di pasar global, ketegangan ini langsung berdampak pada harga minyak mentah dunia. Ketidakpastian akses melalui Selat Hormuz membuat harga energi bergerak fluktuatif dan memicu kekhawatiran baru terhadap rantai pasok global. Reuters melaporkan harga minyak kembali naik di tengah kekhawatiran berlanjutnya gangguan distribusi dari kawasan Teluk.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Sejumlah negara pengguna energi, terutama di Asia dan Eropa, kini memantau perkembangan situasi dengan cermat. Penutupan atau pembatasan akses Selat Hormuz berpotensi memengaruhi harga BBM, biaya logistik, hingga inflasi global.

Dengan tuntutan kompensasi yang kini dijadikan syarat resmi, konflik Iran-AS tidak lagi sekadar soal dominasi militer, tetapi juga menyentuh kendali atas salah satu titik paling strategis dalam geopolitik energi dunia.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Jembatan Gantung di Pangandaran Ambruk Usai Diresmikan, Puluhan Orang Terjatuh

Prabowo Bahas Penyesuaian Syarat Rekrutmen Warga Dayak Pedalaman Jadi Prajurit TNI

Gus Kikin Terpilih Pimpin PBNU 2026–2031, AHWA Tetapkan Secara Mufakat

Klarifikasi Pengemudi Dumptruck Terkait Dugaan Penganiayaan di Wilayah Hukum Polsek Kramatwatu

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.