Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Pemerintah Timor Leste Alokasi Dana 185 M untuk Sambut Paus Menuai Kritik

Pemerintah Timor Leste Alokasi Dana 185 M untuk Sambut Paus Menuai Kritik

Internasional Rabu, 11 September 2024 13:18 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Paus Fransiskus (foto: Detik.com)

Advertisement

GazanaPublika.com –  Kunjungan Paus Fransiskus ke Timor Leste pada 10 September 2024, menjadi sorotan tajam di kancah internasional setelah pemerintah Timor Leste mengalokasikan dana sebesar Rp185 miliar untuk persiapan acara tersebut. Langkah ini memicu kritik dari berbagai pihak yang menilai pengeluaran tersebut tidak proporsional dengan kondisi ekonomi negara yang masih menghadapi berbagai tantangan.

Timor Leste, negara yang merupakan salah satu negara termiskin di dunia dengan sekitar 42 persen penduduknya hidup dalam kemiskinan, menggelontorkan dana besar untuk menyambut pemimpin Gereja Katolik dunia ini. Peneliti dari Lao Hamutuk, Mariano Fereira, menilai alokasi dana ini sangat tidak sebanding dengan anggaran yang dialokasikan untuk sektor penting lainnya, seperti produksi pangan. “Anggaran tahunan untuk meningkatkan produksi pangan di Timor Leste hanya sekitar $4,7 juta (setara Rp72 miliar), jauh lebih kecil dibandingkan dana yang dialokasikan untuk kunjungan Paus,” ujar Fereira.

BACA JUGA:  Negosiasi AS-Iran di Swiss Selesai: Sepakat Bentuk Empat Kelompok Kerja dan Kelola Selat Hormuz

Advertisement

Dana sebesar Rp185 miliar tersebut digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk pembangunan altar khusus senilai $1 juta (sekitar Rp15 miliar) untuk Misa Suci yang akan dipimpin oleh Paus Fransiskus. Proyek pembangunan altar ini, menurut Rui Lourenco da Costa, Direktur Badan Pembangunan Nasional, dikerjakan oleh Perusahaan Carya Timor dan mencerminkan investasi dalam infrastruktur keagamaan yang penting.

Namun, Menteri Tata Usaha Negara Timor Leste, Tomas Cabral, membela keputusan tersebut dengan menyatakan bahwa alokasi dana ini tidak hanya untuk menyambut Paus tetapi juga untuk pengembangan jalan, renovasi gereja, dan fasilitas umum lainnya. “Jangan bandingkan negara kita dengan negara tetangga yang sudah memiliki infrastruktur memadai. Di sini, kita harus membangun semuanya dari awal,” kata Cabral.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Paus Fransiskus melaksanakan kunjungan ke Timor Leste sebagai bagian dari perjalanan apostoliknya di Asia-Pasifik, yang juga mencakup kunjungan ke Indonesia, Papua Nugini, dan akan berakhir di Singapura. Selama kunjungannya, Paus akan memimpin Misa Suci yang diharapkan dihadiri oleh lebih dari setengah populasi negara tersebut.

Meski demikian, keputusan pemerintah Timor Leste untuk mengalokasikan dana sebesar ini menimbulkan pertanyaan mengenai prioritas anggaran di negara dengan tingkat inflasi tinggi dan kerawanan pangan yang serius. Sekitar 364 ribu orang di Timor Leste mengalami kerawanan pangan akut dari Mei hingga September 2024 akibat perubahan cuaca yang berdampak pada produksi sereal.

Kritik terhadap pengeluaran besar ini mencerminkan ketegangan antara kebutuhan mendesak di bidang sosial dan prioritas diplomatik negara kecil ini dalam menyambut tamu internasional.

Advertisement

Pemerintah
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.