Advertisement
GazanaPublika.com- Wakil Presiden Amerika Serikat, Kamala Harris, secara terang-terangan menyebut Iran sebagai musuh utama AS. Dalam wawancara dengan CBS yang disiarkan pada Senin (7/10/2024), Harris menegaskan bahwa Iran adalah ancaman terbesar bagi Washington.
Ketika ditanya tentang siapa yang dianggap sebagai musuh terbesar Amerika, Harris menjawab tanpa ragu. “Iran jelas musuh terbesar AS. Iran telah terlibat dalam serangan yang melukai kepentingan kami, termasuk serangan 200 rudal balistik ke Israel,” ujarnya, seperti dilaporkan oleh Al Jazeera dan CNBC.
Advertisement
Serangan rudal Iran pada 1 Oktober lalu merupakan respons atas tindakan Israel di Palestina dan Lebanon, serta kematian dua tokoh penting, yakni Ismail Haniyeh dari Hamas dan Hassan Nasrallah dari Hizbullah. Meski berlangsung singkat, serangan itu memicu kekhawatiran global, terutama di Israel, yang mempertimbangkan serangan balasan terhadap fasilitas minyak dan nuklir Iran.
Dalam wawancara tersebut, Harris juga menekankan pentingnya mencegah Iran mendapatkan kemampuan nuklir. “Prioritas utama kami adalah memastikan Iran tidak memiliki senjata nuklir,” tegasnya.
Hubungan tegang antara AS dan Iran telah berlangsung lebih dari 40 tahun, dan situasi Timur Tengah saat ini mendorong fokus Amerika kembali ke Iran. Ketegangan ini meningkat setelah Amerika membatalkan Kesepakatan Nuklir Iran pada 2018, dan upaya Presiden Joe Biden untuk menghidupkan kembali perjanjian tersebut gagal pada 2022. Sejak itu, AS terus memberlakukan sanksi terhadap Iran, terutama terkait dukungan Teheran terhadap Rusia dalam konflik Ukraina.
Sumber: CNNIndonesia.com
Advertisement
