Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Ada Apa sih Korut Turun ke Arena Perang Rusia – Ukraina

Ada Apa sih Korut Turun ke Arena Perang Rusia – Ukraina

Internasional Sabtu, 23 November 2024 16:12 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: KompasTV

Advertisement

GazanaPublika.com – Moskow – Oktober lalu terdengar kabar bahwa pasukan Korea Utara akan mulai memberikan dukungan kepada Rusia dalam perangnya melawan Ukraina. Belum bisa dipastikan apa kepentingan Korut dalam konflik tersebut.

Saat itu, diperkirakan Korut hanya akan diberikan tugas non-tempur, mengingat keterbatasan pengalaman mereka dalam pertempuran.

Advertisement

Amerika Serikat dan Ukraina telah mengungkapkan bahwa keberadaan pasukan Korea Utara terlibat langsung dalam pertempuran dengan tentara Ukraina, peran mereka dalam perang tersebut menjadi perhatian utama.

Jumlah pasukan Korea Utara yang dikerahkan, yang awalnya diperkirakan mencapai 11.000 orang menurut Pentagon, kini dipertanyakan.

Menurut Bloomberg, sumber yang tidak disebutkan namanya percaya bahwa Pyongyang telah mengerahkan sekitar 100.000 tentara.

Namun, sulit untuk mendapatkan informasi yang pasti karena Moskow dan Pyongyang belum memberikan tanggapan langsung terhadap laporan ini.

BACA JUGA:  Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Lalu, apa yang kita ketahui tentang kehadiran pasukan Korea Utara di Rusia?

Seberapa efektifkah pasukan ini?

Secara singkat, jawabannya sulit dipastikan. Meski negara tertutup ini mungkin memiliki salah satu militer terbesar di dunia dengan 1,28 juta tentara aktif, Tentara Rakyat Korea tidak memiliki pengalaman terbaru dalam operasi militer, berbeda dengan militer Rusia.

Mark Cancian dari Pusat Studi Strategis dan Internasional (CSIS), berpendapat bahwa tentara Pyongyang “terbiasa dengan indoktrinasi yang kuat namun memiliki kesiapan tempur yang rendah”.

Meski demikian, menurutnya, mereka tetap tidak bisa dianggap sepele.

Badan intelijen Ukraina dan Korea Selatan menyatakan bahwa sebagian besar pasukan yang dikerahkan ke Rusia adalah pasukan elit dari Pyongyang.

Mereka berasal dari Korps ke-11, yang dikenal dengan nama Korps Badai, sebuah unit yang terlatih untuk infiltrasi, sabotase infrastruktur, dan pembunuhan.

BACA JUGA:  Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

Tentara-tentara ini “dilatih untuk menahan rasa sakit fisik dan penyiksaan psikologis yang ekstrem,” kata Michael Madden, pakar Korea Utara dari Stimson Center di Washington.

“Apa yang mereka kurang dalam hal keterampilan bertempur, mereka kompensasi dengan ketahanan fisik dan mental yang luar biasa,” tambahnya.

Cancian setuju bahwa “jika ini adalah pasukan operasi khusus, mereka [Korps Badai] akan jauh lebih siap dibandingkan unit Korea Utara pada umumnya.”

“Lebih lanjut, Rusia tampaknya memberikan pelatihan tambahan kepada mereka, mungkin berkaitan dengan kondisi khusus perang di Ukraina,” katanya.

Pernyataan ini semakin diperkuat dengan munculnya video di media sosial yang menunjukkan beberapa pria yang diyakini sebagai warga Korea Utara mengenakan seragam militer Rusia, di sebuah fasilitas pelatihan yang tampaknya terletak di Rusia.

Advertisement

Rusia Ukraina
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Internasional

Iran Ultimatum Korsel: Kehadiran Militer di Hormuz Bakal Dianggap Dukung AS

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version