Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Konflik di Yaman Memanas, Serangan Udara AS dan Inggris Dilaporkan Gempur Saada

Konflik di Yaman Memanas, Serangan Udara AS dan Inggris Dilaporkan Gempur Saada

Internasional Selasa, 7 Januari 2025 20:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
default-no-image
Ilustrasi Berita (GazanaPublika)

Advertisement

GazanaPublika.com – Ketegangan di kawasan Arab terus meningkat, dengan kekerasan yang kembali mencuat akhir pekan lalu. Mengutip laporan Anadolu Agency, Minggu (5/1/2025), militer Amerika Serikat (AS) dan Inggris melakukan tiga serangan udara di wilayah Saada, Yaman, yang dikenal sebagai benteng utama kelompok Houthi. Wilayah ini juga menjadi titik strategis karena berbatasan langsung dengan Arab Saudi.

Menurut laporan TV Al-Masirah, saluran yang berafiliasi dengan Houthi, serangan udara tersebut terjadi di bagian timur Saada. Namun, Al-Masirah tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait lokasi spesifik serangan atau dampaknya. Hingga kini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah AS, Inggris, maupun Arab Saudi mengenai insiden tersebut, dikutip dari CNBCIndonesia.com

Advertisement

Sejak akhir 2023, kelompok Houthi semakin intensif menyerang kapal-kapal kargo Israel atau yang terkait dengan Tel Aviv di Laut Merah. Mereka mengklaim tindakan tersebut sebagai bentuk solidaritas terhadap Gaza, yang menghadapi konflik berkepanjangan dengan Israel sejak Oktober tahun yang sama. Houthi bersumpah akan terus melanjutkan operasi ini hingga serangan Israel di Gaza dihentikan.

Sebagai respons, koalisi yang dipimpin oleh AS mulai melancarkan serangan udara ke wilayah-wilayah yang dikuasai Houthi sejak awal 2024. Langkah ini, menurut pernyataan koalisi, ditujukan untuk menanggapi serangan Houthi terhadap kapal-kapal di Laut Merah.

BACA JUGA:  Negosiasi AS-Iran di Swiss Selesai: Sepakat Bentuk Empat Kelompok Kerja dan Kelola Selat Hormuz

Dengan meningkatnya intervensi militer dari Washington dan London, Houthi menyatakan bahwa mereka kini menganggap seluruh kapal AS dan Inggris di kawasan tersebut sebagai target militer. Langkah ini semakin memperkeruh situasi, mengingat AS adalah sekutu dekat Israel.

Hingga saat ini, konflik di Yaman terus melibatkan kekuatan besar, dengan dampak yang dirasakan secara luas di kawasan tersebut. Situasi ini memicu kekhawatiran akan eskalasi lebih lanjut yang dapat memperburuk krisis kemanusiaan di negara tersebut.

Iran Mengecam

Iran, sebagai sekutu dekat Houthi di Yaman, mengutuk keras serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat (AS) dan Inggris di wilayah Saada. Juru Bicara Iran, Esmail Baqaei, menyebut serangan itu sebagai pelanggaran nyata terhadap kedaulatan nasional dan integritas teritorial Yaman. Ia juga menegaskan bahwa tindakan tersebut bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.

“Tindakan agresi ini hanya akan meningkatkan ketidakamanan dan ketidakstabilan di Asia Barat,” ujar Baqaei seperti dikutip oleh Tehran Times. Ia menuding AS, Inggris, dan Israel terlibat dalam serangkaian pelanggaran militer yang merusak stabilitas kawasan.

Baqaei juga mengkritik dukungan yang terus diberikan oleh AS dan Inggris kepada Israel, menyebutnya sebagai “keterlibatan langsung dalam kejahatan terhadap rakyat Gaza.” Ia memuji solidaritas rakyat Yaman dengan Palestina dan mendesak negara-negara Islam untuk bertindak tegas menghentikan kekerasan yang terjadi di wilayah pendudukan Palestina.

BACA JUGA:  Berdikari Pasca 50 Tahun Diembargo, Energi Raksasa Iran Teknologi Turbin Gas F-Class MGT-75

PBB: Konflik Yaman dan Ancaman Gaza Jilid 3

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengeluarkan peringatan serius terkait eskalasi konflik di Timur Tengah. Asisten Sekretaris Jenderal untuk Timur Tengah, Asia, dan Pasifik, Khaled Khiari, menyoroti ketegangan yang meningkat antara Israel dan Houthi di Yaman. Ia menyebut konflik ini dapat menimbulkan dampak luas terhadap stabilitas politik, keamanan, dan kemanusiaan di kawasan tersebut.

“Kita harus mengubah arah konflik ini dan mendukung langkah-langkah untuk perdamaian yang berkelanjutan,” ujar Khiari seperti dilansir situs resmi PBB.

Ketegangan meningkat sejak Desember 2024, ketika Houthi melancarkan serangan terhadap kapal-kapal Israel di Laut Merah. Israel merespons dengan serangan udara pada infrastruktur energi dan pelabuhan yang dikuasai Houthi di Hudaydah, Salif, dan ibu kota Sana’a. Insiden tersebut menewaskan warga sipil dan merusak fasilitas penting yang mengganggu operasi kemanusiaan di Yaman.

Pengamat khawatir eskalasi ini akan menjadikan Yaman sebagai “Gaza Jilid 3,” setelah Israel juga meningkatkan serangan ke Lebanon dan Gaza sebelumnya. Konflik yang meluas di Timur Tengah ini dianggap sebagai ancaman besar terhadap stabilitas dan perdamaian kawasan.

Advertisement

Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.