Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata Setelah Konflik Berkepanjangan

Israel dan Hamas Sepakati Gencatan Senjata Setelah Konflik Berkepanjangan

Internasional Kamis, 16 Januari 2025 15:20 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: dok. Aljazeera.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Israel dan kelompok Hamas telah menyetujui sebuah kesepakatan gencatan senjata, menurut pernyataan resmi dari Israel, Qatar, dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini muncul setelah lebih dari 460 hari perang yang telah menyebabkan kehancuran besar di Gaza sejak Oktober 2023.

Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menyampaikan bahwa gencatan senjata ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu. Namun, ia menambahkan bahwa upaya untuk menyelesaikan langkah-langkah implementasi terus berlangsung. Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa masih ada beberapa rincian yang perlu diselesaikan, dengan pemungutan suara pemerintah direncanakan pada Kamis, 16 Januari 2025, dilansir dari Al Jazeera.com.

Advertisement

Sejak konflik dimulai, lebih dari 46.000 warga Palestina telah tewas. Kesepakatan ini diharapkan menjadi awal penghentian sementara kekerasan, meliputi pembebasan tawanan serta pengembalian para pengungsi Palestina ke wilayah mereka, meskipun banyak dari rumah mereka telah hancur akibat konflik.

BACA JUGA:  Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

Tahap Awal Gencatan Senjata

Kesepakatan ini dimulai dengan tahap awal selama enam minggu. Pada fase ini, sejumlah langkah penting akan diambil:

• Pertukaran Tawanan: Sebanyak 33 tawanan Israel, termasuk wanita, anak-anak, dan warga sipil berusia di atas 50 tahun yang ditangkap pada 7 Oktober 2023, akan dibebaskan oleh Hamas. Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup.

• Penarikan Pasukan: Israel akan menarik sebagian pasukannya dari pusat-pusat populasi Gaza, kecuali dari Koridor Netzarim yang membelah Jalur Gaza. Penarikan penuh dari wilayah ini akan dilakukan secara bertahap.

BACA JUGA:  Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

• Bantuan Kemanusiaan: Israel akan mengizinkan hingga 600 truk bantuan kemanusiaan per hari memasuki Gaza. Selain itu, warga Palestina yang terluka akan diizinkan meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan medis, dan penyeberangan Rafah dengan Mesir akan dibuka kembali.

• Pemulangan Pengungsi: Warga sipil Palestina akan diizinkan kembali ke rumah mereka di Gaza bagian utara, meskipun banyak rumah telah hancur total akibat konflik.

Israel juga berkomitmen untuk mengurangi kehadirannya di Koridor Philadelphia yang berbatasan dengan Mesir, dengan target mundur sepenuhnya dalam waktu 50 hari sejak kesepakatan berlaku. Kesepakatan ini membawa harapan untuk meredakan ketegangan di kawasan yang telah lama dilanda konflik berkepanjangan.

Advertisement

Hamas Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

KMP Batu Mandi Terbakar di Perairan Merak, Proses Evakuasi Sedang Berlangsung

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version