Advertisement
GazanaPublika.com, Israel dan kelompok Hamas telah menyetujui sebuah kesepakatan gencatan senjata, menurut pernyataan resmi dari Israel, Qatar, dan Amerika Serikat. Kesepakatan ini muncul setelah lebih dari 460 hari perang yang telah menyebabkan kehancuran besar di Gaza sejak Oktober 2023.
Perdana Menteri Qatar, Sheikh Mohammed bin Abdulrahman bin Jassim Al Thani, menyampaikan bahwa gencatan senjata ini dijadwalkan mulai berlaku pada hari Minggu. Namun, ia menambahkan bahwa upaya untuk menyelesaikan langkah-langkah implementasi terus berlangsung. Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa masih ada beberapa rincian yang perlu diselesaikan, dengan pemungutan suara pemerintah direncanakan pada Kamis, 16 Januari 2025, dilansir dari Al Jazeera.com.
Advertisement
Sejak konflik dimulai, lebih dari 46.000 warga Palestina telah tewas. Kesepakatan ini diharapkan menjadi awal penghentian sementara kekerasan, meliputi pembebasan tawanan serta pengembalian para pengungsi Palestina ke wilayah mereka, meskipun banyak dari rumah mereka telah hancur akibat konflik.
Tahap Awal Gencatan Senjata
Kesepakatan ini dimulai dengan tahap awal selama enam minggu. Pada fase ini, sejumlah langkah penting akan diambil:
• Pertukaran Tawanan: Sebanyak 33 tawanan Israel, termasuk wanita, anak-anak, dan warga sipil berusia di atas 50 tahun yang ditangkap pada 7 Oktober 2023, akan dibebaskan oleh Hamas. Sebagai gantinya, Israel akan membebaskan sekitar 1.000 tahanan Palestina, termasuk mereka yang menjalani hukuman seumur hidup.
• Penarikan Pasukan: Israel akan menarik sebagian pasukannya dari pusat-pusat populasi Gaza, kecuali dari Koridor Netzarim yang membelah Jalur Gaza. Penarikan penuh dari wilayah ini akan dilakukan secara bertahap.
• Bantuan Kemanusiaan: Israel akan mengizinkan hingga 600 truk bantuan kemanusiaan per hari memasuki Gaza. Selain itu, warga Palestina yang terluka akan diizinkan meninggalkan Gaza untuk menerima perawatan medis, dan penyeberangan Rafah dengan Mesir akan dibuka kembali.
• Pemulangan Pengungsi: Warga sipil Palestina akan diizinkan kembali ke rumah mereka di Gaza bagian utara, meskipun banyak rumah telah hancur total akibat konflik.
Israel juga berkomitmen untuk mengurangi kehadirannya di Koridor Philadelphia yang berbatasan dengan Mesir, dengan target mundur sepenuhnya dalam waktu 50 hari sejak kesepakatan berlaku. Kesepakatan ini membawa harapan untuk meredakan ketegangan di kawasan yang telah lama dilanda konflik berkepanjangan.
Advertisement
