Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Xi Jinping Serukan Perlawanan Global terhadap Tarif Trump, Ajak Eropa Bersatu Hadapi Intimidasi AS

Xi Jinping Serukan Perlawanan Global terhadap Tarif Trump, Ajak Eropa Bersatu Hadapi Intimidasi AS

Berita Utama Jumat, 11 April 2025 20:44 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: BBC com

Advertisement

GazanaPublika.com, Presiden China Xi Jinping secara tegas menanggapi langkah Amerika Serikat yang kembali melontarkan serangan dagang ke Beijing melalui tarif impor tinggi. Dalam pernyataannya, Xi menyebut kebijakan Presiden AS Donald Trump sebagai bentuk intimidasi sepihak yang harus dilawan secara kolektif oleh komunitas internasional.

Seruan tersebut disampaikan Xi saat pertemuan dengan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, Jumat (11/4/2025). Dalam pertemuan itu, Xi menekankan pentingnya kemitraan antara China dan Uni Eropa (UE) untuk menghadapi tekanan eksternal dari Washington, menyusul kebijakan Trump yang menaikkan tarif impor terhadap barang-barang China hingga 145%.

Advertisement

“China dan Eropa harus menjalankan tanggung jawab internasional mereka bersama-sama, dan bersatu menolak praktik intimidatif yang sepihak ini,” ujar Xi seperti dikutip dari kantor berita Xinhua.

Menurut Xi, kerja sama China-UE bukan semata untuk melindungi kepentingan kedua belah pihak, tetapi juga demi mempertahankan keadilan dan ketertiban dalam perdagangan global.

BACA JUGA:  Sah Putusan MK: Program MBG Dilarang Gunakan Anggaran Pendidikan APBN dan APBD Mulai Tahun Depan

Menanggapi pernyataan Xi, PM Pedro Sanchez menyuarakan keprihatinan yang sama, meskipun dengan pendekatan yang lebih diplomatis. Ia menyoroti ketimpangan perdagangan antara Eropa dan China, seraya mengingatkan bahwa ketegangan perdagangan tidak seharusnya menghambat kerja sama dan pertumbuhan ekonomi kedua pihak.

“Baik Spanyol maupun Eropa menghadapi defisit perdagangan yang besar dengan China, yang perlu segera diatasi,” kata Sanchez. “Namun, ketegangan dagang tidak boleh menjadi penghalang bagi potensi hubungan ekonomi yang lebih kuat antara China dan Eropa.”

Spanyol sendiri tercatat mengimpor barang-barang dari China senilai sekitar 45 miliar euro setiap tahun, sementara ekspornya ke China hanya mencapai 7,4 miliar euro. China pun kini menjadi mitra dagang terbesar keempat bagi Negeri Matador itu.

BACA JUGA:  Anak Krakatau Masih Siaga, Erupsi Menerus Reda tetapi Ancaman Letusan Belum Usai

Kunjungan ini merupakan kali ketiga Sanchez ke China dalam dua tahun terakhir, menandakan intensitas tinggi hubungan bilateral antara kedua negara. Pada kunjungan sebelumnya di tahun 2024, Sanchez sempat menyerukan UE untuk meninjau kembali rencana pemberlakuan tarif tinggi terhadap mobil listrik buatan China, dengan alasan perlunya menciptakan tatanan perdagangan yang lebih adil dan seimbang.

Sementara itu, sebelum tiba di Beijing, Sanchez lebih dulu mengunjungi Vietnam. Di Hanoi, ia dan Perdana Menteri Pham Minh Chinh menandatangani deklarasi bersama yang bertujuan meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis komprehensif.

Langkah diplomatik yang dilakukan Sanchez mencerminkan upaya Spanyol untuk mengambil peran aktif dalam dinamika geopolitik dan perdagangan global yang kian kompleks di tengah memanasnya ketegangan antara dua raksasa ekonomi dunia: Amerika Serikat dan China.

Advertisement

Donald Trump Trump Xi Jinping
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Berita Utama

Bobby Nasution Tanggapi Putusan MK Soal Ijazah SMA Gibran: Setahu Saya Sarjana

Berita Utama

Ojol Akhirnya Menang, Bebas dari Eksploitasi

Berita Utama

Bukan Soal Ijazah Semata: Ketika MK Tak Menemukan Bukti, tetapi Gugatan Gibran Tetap Kandas

BERITA TERBARU

Kapolda Banten Sampaikan Commander Wish Kapolri ‘Polisi Bersama Masyarakat’

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version