Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu, Bareskrim Tegaskan Keaslian Dokumen

Roy Suryo Sebut Ijazah Jokowi 99,9 Persen Palsu, Bareskrim Tegaskan Keaslian Dokumen

Berita Utama Kamis, 10 Juli 2025 7:00 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumbrr Foto: Kompas.com

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Kontroversi seputar keaslian ijazah Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), kembali mengemuka. Kali ini, pakar telematika yang juga alumni Universitas Gadjah Mada (UGM), Roy Suryo, menyampaikan hasil analisis digital terhadap ijazah Jokowi, yang menurutnya menunjukkan indikasi kuat adanya rekayasa.

Dalam pernyataannya kepada media di Lobi Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (9/7/2025), Roy Suryo membandingkan ijazah miliknya sebagai sesama lulusan UGM dengan milik Jokowi menggunakan metode Error Level Analysis (ELA)—sebuah teknik dalam digital forensik yang kerap digunakan untuk mendeteksi tanda-tanda manipulasi gambar.

Advertisement

“Kalaupun ELA itu full, itu masih akan tetap kelihatan ijazahnya. Ini masih ada bekas-bekasnya, tulisan-tulisannya masih ada. Logonya pun juga masih ada,” ujar Roy sambil menunjukkan hasil analisis digital dari ijazahnya sendiri, dilansir dari Kompas.com.

Namun, Roy menyebut, hasil serupa tidak ditemukan dalam analisis terhadap ijazah milik Presiden Jokowi.

“Ini bukti sudah ada rekayasa. Logonya tidak kelihatan lagi. Pas fotonya juga tidak kelihatan lagi,” tambahnya.

Tidak hanya ELA, Roy Suryo juga menerapkan teknologi pengenal wajah (face recognition) untuk membandingkan foto di ijazah Jokowi dengan penampilan Jokowi saat ini. Hasilnya, menurut Roy, tidak cocok.
“Foto Joko Widodo yang ada di ijazah kemudian yang ada sekarang adalah not match. Tidak sama dengan aslinya sekarang,” katanya.

BACA JUGA:  Bongkar Dugaan Korupsi Besar di PLN, Asabri, dan Krakatau Steel: Penemuan Brankas Raksasa

Berdasarkan rangkaian temuan tersebut, Roy Suryo menyimpulkan bahwa ijazah Presiden Jokowi tidak otentik.
“Kenapa saya bisa mengatakan 99,9 persen palsu? Itu nanti akan ada historisnya,” ungkap Roy, menyiratkan bahwa ia memiliki data pendukung lainnya yang akan dibuka ke publik.

Namun demikian, pernyataan Roy Suryo ini berseberangan dengan hasil penyelidikan Bareskrim Polri, yang sebelumnya telah menyatakan bahwa ijazah Presiden Jokowi asli dan sah.

Dalam konferensi pers pada 22 Mei 2025, Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro, menegaskan bahwa verifikasi telah dilakukan secara menyeluruh, termasuk akses terhadap arsip fisik dan digital di SMA Negeri 6 Surakarta serta di UGM Fakultas Kehutanan.

“Uji banding ini dilakukan terhadap ijazah asli milik Bapak Jokowi, dan tiga ijazah pembanding dari rekan seangkatan beliau di UGM dengan tahun kelulusan yang sama,” terang Djuhandhani.

Bareskrim juga telah melibatkan Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri untuk meneliti aspek keaslian dokumen. Tidak hanya ijazah dan transkrip nilai, penyidik juga mengecek skripsi atas nama Joko Widodo yang menurut UGM merupakan satu-satunya skripsi lulusan Fakultas Kehutanan yang telah diunggah dalam sistem Perpustakaan Terpadu Digital (PTD) sebelum tahun 1990.

BACA JUGA:  Kapolri Irit Bicara Ditodong Kritik Mahfud MD Soal Pengalihan Kasus Febrie: 'Sudah Dibahas di Rapat'

Meski telah dinyatakan sah oleh otoritas hukum dan akademik, polemik ini masih terus berkembang di ruang publik. Beberapa pihak bahkan mendesak agar Presiden Jokowi bersedia menunjukkan langsung ijazah aslinya ke hadapan publik sebagai bentuk keterbukaan.

Sementara itu, sejumlah relawan alumni UGM juga sempat menggelar aksi damai di Yogyakarta, menuntut agar Presiden Jokowi secara sukarela membuka dokumen pendidikannya untuk mengakhiri spekulasi yang terus bergulir.

Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari Istana terkait pernyataan terbaru Roy Suryo. Namun, pihak UGM sendiri dalam sejumlah kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa Joko Widodo adalah benar alumni Fakultas Kehutanan angkatan 1980 dan lulus pada tahun 1985.

Dengan memanasnya isu ini, publik pun menantikan sikap resmi dari Presiden Jokowi atau lembaga akademik terkait untuk menjawab keraguan yang masih menggelayut di tengah masyarakat. (**)

Advertisement

Ijazah Palsu Joko Widodo Jokowi Roy Suryo
Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Nasional

Prabowo Terima Kunjungan Presiden Timor Leste, Puluhan Peraih Nobel Ikut ke Istana

Berita Utama

Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

Nasional

Prabowo Sungkem kepada Pengasuh Ponpes Al-Falah Ploso di Muktamar NU ke-35

Berita Utama

Aktivis AMPB Kecewa Puan Maharani Tak Temui Massa Aksi Secara Langsung

BERITA TERBARU

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

Lemkapi Berikan Penghargaan Kepada Dirreskrimsus Polda Banten Atas Dedikasi dan Komitmen Berantas Kejahatan Khusus

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.