Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rismon Kecewa Jokowi dan Pihak UGM Mangkir Datang Tunjukan Ijazah

Rismon Kecewa Jokowi dan Pihak UGM Mangkir Datang Tunjukan Ijazah

Nasional Kamis, 10 Juli 2025 7:04 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: fajar.co.id.

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta – Gelar perkara khusus terkait dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, kembali menimbulkan sorotan publik. Ketidakhadiran pihak-pihak kunci dalam forum tersebut, yakni Presiden Jokowi sendiri serta perwakilan dari Universitas Gadjah Mada (UGM), menuai kekecewaan mendalam dari tim pelapor dan ahli forensik digital.

Salah satu tokoh yang paling vokal menyampaikan ketidakpuasannya adalah Rismon Sianipar, ahli digital forensik sekaligus mantan dosen Universitas Mataram. Ditemui usai gelar perkara di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Rismon tidak menutupi kekecewaannya terhadap absennya Presiden Jokowi dan pihak UGM yang selama ini diklaim sebagai almamater sang presiden.

Advertisement

“Kami sangat kecewa dengan ketidakdatangan dari Pak Jokowi yang membawa ijazah—katanya asli, katanya lulusan UGM. Dan ketidakhadiran pihak UGM juga yang seharusnya bisa menjelaskan atau memiliki kesempatan yang sangat luas untuk meyakinkan publik,” ujar Rismon kepada wartawan, Rabu (9/7/2025).

Gelar perkara yang diharapkan menjadi ajang pembuktian dan klarifikasi terbuka justru dinilai sebagai kemunduran oleh tim pelapor. Pasalnya, menurut Rismon, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri dinilai tidak mampu menunjukkan bukti otentik berupa ijazah asli Jokowi, baik dalam bentuk fisik (analog) maupun digital.

BACA JUGA:  Tol Dalam Kota Kembali Ditutup, Aksi Massa Picu Kepadatan di Pejompongan-Slipi

“Pihak Dirtipidum itu kalah telak. Dalam arti, mereka tidak mampu menunjukkan ijazah Pak Jokowi. Tidak dalam bentuk fisik, bahkan versi digital pun tidak ditunjukkan kepada kami lewat monitor,” tambahnya.

Rismon mengklaim bahwa dalam forum tersebut, pihaknya mampu mematahkan seluruh argumen Dirtipidum secara terbuka. Bahkan, ia mengibaratkan telah “menelanjangi” Laboratorium Forensik Bareskrim secara ilmiah sebagai bentuk kritik terhadap integritas dan transparansi lembaga.

“Laboratorium forensik Bareskrim terpaksa kami telanjangi, bukan karena benci, tapi karena kami ingin forensik yang bermartabat, independen, tidak diatur dan tidak dimanipulasi,” tegasnya.

Lebih lanjut, Rismon mendorong agar lembaga forensik tidak lagi berada di bawah naungan institusi kepolisian, untuk menjamin independensi serta menghindari potensi konflik kepentingan. Ia bahkan menyarankan agar Presiden Prabowo Subianto mempertimbangkan membentuk lembaga forensik tersendiri yang terpisah secara struktural dari Polri.

“Kalau bisa, ada tiga lembaga forensik independen. Supaya Kapolri, Kapolda, dan para atasan mereka tidak bisa mengatur-ngatur hasil,” kata Rismon.

BACA JUGA:  Kronologi Direkam CCTV, Skandal Kepsek dan Oknum Guru di Pekalongan

Rismon juga menyinggung pentingnya kepercayaan publik terhadap hasil forensik dalam proses hukum, yang menurutnya akan sulit terwujud jika forensik tetap berada di bawah kendali lembaga yang terlibat langsung dalam penanganan kasus.
Sementara itu, dari pantauan media, pihak Bareskrim belum memberikan tanggapan resmi terkait kritik tajam tersebut..

Ketidakhadiran Presiden Jokowi dan pihak UGM juga belum disertai alasan formal yang dijelaskan kepada publik.

Kasus dugaan pemalsuan ijazah yang menjerat Presiden Jokowi sendiri mencuat kembali ke permukaan setelah serangkaian aduan masyarakat dan tim pelapor mendesak peninjauan ulang terhadap keabsahan dokumen akademik yang bersangkutan. Meski selama ini pihak Istana menyatakan bahwa semua dokumen Jokowi valid, kontroversi publik terus berlanjut, terlebih karena belum pernah ada penampilan resmi dari ijazah tersebut dalam ranah pembuktian terbuka.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang kritik dan desakan akan transparansi terhadap kasus ini terus bergulir. Masyarakat kini menanti langkah selanjutnya dari Polri, Kementerian Pendidikan, maupun pihak UGM untuk memberikan klarifikasi yang kredibel dan meyakinkan. (**)

Advertisement

Ijazah Palsu Joko Widodo Jokowi UGM
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Nasional

MK Putuskan Prajurit Terlibat Pidana Umum Diadili Peradilan Umum, TNI Sebut Hukum Militer Lebih Tegas

Berita Utama

Pantura Terancam Tenggelam, AHY Soroti Penggunaan Air Tanah Industri

Berita Utama

KPK Tetapkan Sejumlah Tersangka Terkait OTT di BNPB

BERITA TERBARU

Bupati Klaten Terjaring OTT KPK, PDIP Tegaskan Sanksi Partai Menanti

Polda Banten Bersama Mahasiswa UNTIRTA Edukasi Pelajar Cegah Kekerasan dan Kejahatan Siber terhadap Anak Perempuan

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version