Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Rais Aam PBNU Tegaskan Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketum Sejak 26 November

Rais Aam PBNU Tegaskan Gus Yahya Tak Lagi Jabat Ketum Sejak 26 November

Nasional Sabtu, 29 November 2025 22:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta – Konstelasi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memasuki babak baru setelah Rais Aam PBNU, KH Miftachul Akhyar, menyampaikan penegasan resmi mengenai posisi Ketua Umum. Dalam pernyataannya di Surabaya, Sabtu (29/11/2025),

Miftachul memastikan bahwa KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) tidak lagi menjabat sebagai Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025 pukul 00.45 WIB.

Advertisement

Pernyataan itu disampaikan usai silaturahmi Rais Aam bersama jajaran Syuriah PBNU dan PWNU yang digelar di kantor PWNU Jawa Timur. Dalam forum tersebut, Syuriah menegaskan bahwa keputusan mengenai berakhirnya masa jabatan Gus Yahya bersifat final dan tidak menyisakan celah penafsiran.
“Mulai 26 November 2025, kepemimpinan PBNU berada sepenuhnya di bawah otoritas Rais Aam,” ujar Miftachul menegaskan.

BACA JUGA:  Fokus Jalani Pengobatan Jantung, Nanik S Deyang Mengundurkan Diri dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional

KH Miftachul Akhyar juga menyoroti pentingnya ketertiban organisasi. Ia menyatakan bahwa segala tindakan, penggunaan atribut, maupun pengambilan keputusan atas nama Ketua Umum PBNU setelah waktu yang ditetapkan tidak lagi memiliki dasar legitimasi.

Menurutnya, risalah Rapat Harian Syuriah yang menjadi landasan keputusan telah melalui pertimbangan faktual dan verifikasi menyeluruh. “Semua yang dituangkan dalam risalah rapat itu bersumber dari data riil dan kondisi objektif. Tidak ada motif di luar itu,” katanya.

Untuk menjaga keberlangsungan roda organisasi, Rais Aam menyampaikan bahwa PBNU akan segera menyiapkan rapat pleno atau muktamar sebagai mekanisme formal untuk menata kembali struktur kepemimpinan. “Transisi harus berlangsung tertib dan mengikuti aturan jam’iyah,” tegasnya.

BACA JUGA:  Media Asing Soroti Kedatangan Kapal Induk Pertama Indonesia, Garibaldi Jadi Perhatian

Seiring meningkatnya perbincangan publik mengenai dinamika internal PBNU, Miftachul menyoroti derasnya informasi yang berseliweran di media massa dan media sosial. Untuk merespons hal tersebut, PBNU akan membentuk Tim Pencari Fakta (TPF) guna memastikan setiap informasi yang beredar diuji kebenarannya.

“TPF akan bekerja secara menyeluruh dan mendalam agar publik mendapatkan gambaran yang sahih,” jelasnya.

Keputusan ini sekaligus menjadi penanda dimulainya fase baru dalam tata kelola PBNU, yang kini berada di bawah komando langsung Rais Aam sambil menunggu mekanisme organisasi berikutnya.

Advertisement

ASN Guru Nahdlatul Ulama
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version