Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Media Asing Soroti Kedatangan Kapal Induk Pertama Indonesia, Garibaldi Jadi Perhatian

Media Asing Soroti Kedatangan Kapal Induk Pertama Indonesia, Garibaldi Jadi Perhatian

Nasional Jumat, 18 September 2026 20:46 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Kedatangan bekas kapal induk Angkatan Laut Italia, ITS Giuseppe Garibaldi, ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (18/9/2026), mendapat perhatian dari sejumlah media asing. Kapal yang nantinya menjadi KRI Sriwijaya itu disebut sebagai kapal induk pertama dalam armada TNI Angkatan Laut.

Kedatangan Garibaldi menjadi perhatian media internasional bukan hanya karena statusnya sebagai kapal induk pertama Indonesia, tetapi juga karena rencana penggunaannya. TNI AL menyebut kapal tersebut akan diarahkan terutama untuk operasi militer selain perang, termasuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, di samping tetap menjalankan patroli serta diplomasi maritim.

Advertisement

Media China, Xinhua, memberitakan kedatangan Garibaldi di Tanjung Priok dengan menyoroti penyambutan kapal tersebut. Dalam laporan Xinhua disebutkan lima pesawat dari Pusat Penerbangan TNI AL terbang di atas kawasan pelabuhan saat acara penyambutan.

Xinhua juga mencatat kapal tersebut diberikan pemerintah Italia kepada Indonesia sebagai hibah. Media tersebut mengutip keterangan TNI AL bahwa kapal akan digunakan terutama untuk operasi non-tempur, seperti bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana, sekaligus mendukung patroli maritim dan diplomasi maritim.

Sementara itu, media Singapura The Straits Times menempatkan kedatangan Garibaldi sebagai bagian dari peningkatan kemampuan angkatan laut Indonesia. Media tersebut mencatat kapal berusia 41 tahun itu tiba setelah menempuh perjalanan sekitar tiga minggu dari Italia.

BACA JUGA:  Pembangunan Blok Gas Abadi Masela Resmi Dimulai, Prabowo Minta Selesai Secepatnya

The Straits Times juga melaporkan kapal tersebut akan berganti nama menjadi KRI Sriwijaya dan dijadwalkan menjalani prosesi pengibaran bendera Indonesia pada 24 September. Media itu menyebut program retrofit kapal tersebut memiliki anggaran sekitar S$517,5 juta.

Kedatangan kapal ini juga mendapat perhatian Naval News, media yang secara khusus meliput isu pertahanan dan kemaritiman. Naval News menyebut masuknya Garibaldi ke wilayah Indonesia sebagai momen bersejarah karena kapal tersebut menjadi kapal induk pertama Indonesia.

Menurut laporan Naval News, Garibaldi berangkat dari Taranto, Italia, pada 24 Agustus dengan awak gabungan Italia dan Indonesia. Setelah memasuki wilayah Indonesia, kapal tersebut disambut dan dikawal KRI Brawijaya-320 serta KRI Prabu Siliwangi-321.

Sorotan juga datang dari media Amerika Serikat, termasuk The Washington Post yang menerbitkan laporan mengenai kedatangan kapal tersebut. Laporan itu tidak hanya membahas aspek pertahanan, tetapi juga menyoroti perdebatan mengenai biaya, kebutuhan operasional dan rencana penggunaan kapal yang telah berusia lebih dari empat dekade tersebut.

Dalam laporan tersebut, Garibaldi disebut akan diarahkan sebagai platform bergerak untuk mendukung operasi helikopter, drone dan penanganan bencana. Kapal itu juga direncanakan membantu penanganan kebakaran hutan dan lahan serta operasi kemanusiaan di berbagai wilayah Indonesia.

BACA JUGA:  Dokter Tifa: 12 Tahun Jokowi Pejabat, Baru Akui Lulusan UGM Tahun 2017

Namun, sejumlah analis yang dikutip media Amerika memberikan perhatian terhadap biaya modernisasi dan pengoperasian kapal dalam jangka panjang. Pertanyaan yang muncul antara lain mengenai kemampuan Indonesia mempertahankan kesiapan operasional kapal serta prioritas belanja pertahanan di tengah kebutuhan penguatan armada lainnya.

Di dalam negeri, Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Muhammad Ali menyatakan kapal tersebut masih dalam kondisi baik dan diharapkan dapat digunakan TNI AL selama 15 hingga 20 tahun ke depan. The Straits Times juga mencatat kapal tersebut sebelumnya digunakan Angkatan Laut Italia sejak 1985 hingga dipensiunkan pada 2024.

Garibaldi tiba di Dermaga 107 Tanjung Priok sekitar pukul 07.58 WIB, Jumat pagi. Kapal tersebut sebelumnya berangkat dari Italia pada 24 Agustus dan memasuki wilayah Indonesia melalui perairan Bangka. Setelah masuk perairan Indonesia, kapal dikawal dua kapal perang TNI AL, yakni KRI Brawijaya-320 dan KRI Prabu Siliwangi-321.

Pemerintah Indonesia menyatakan Garibaldi akan menjadi bagian dari penguatan kemampuan maritim sekaligus mendukung operasi kemanusiaan dan penanggulangan bencana di negara kepulauan. Kapal tersebut nantinya secara resmi menggunakan nama KRI Sriwijaya.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version