Advertisement
GazanaPublika.com, Surabaya – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, memilih tidak memperpanjang polemik seputar materi roasting komika Pandji Pragiwaksono yang menyentil kakaknya, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka, dalam panggung komedi Mens Rea.
Ditemui usai menghadiri Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) DPW PSI Jawa Timur di Surabaya, Jumat (9/1/2026), Kaesang tampak enggan memberikan tanggapan lebih jauh.
Advertisement
“Nggak ada, nggak ada soal lain. Nggak ada yang lain, nggak ada yang lain, sudah ya, sudah,” ujar Kaesang singkat.
Sikap tersebut kontras dengan riuhnya perbincangan publik yang muncul setelah penampilan Pandji di Mens Rea—tayangan komedi spesial yang kini tersedia di Netflix—menjadi sorotan lantaran menyentil sejumlah tokoh politik nasional.
Dalam penampilannya, Pandji melontarkan satire tentang cara publik memilih pemimpin, termasuk menyebut Wakil Presiden Gibran secara langsung. “Ada yang milih pemimpin berdasarkan tampang? Banyak. Ganjar, ganteng ya? Anies, manis ya? Prabowo, gemoy ya? Atau, atau, wakil presiden ya? Gibran, ngantuk ya?” celetuk Pandji, dikutip Jumat (9/1/2026).
Mens Rea sendiri dikenal sebagai panggung komedi politik yang mengkritik budaya hukum Indonesia dan berbagai absurditas kehidupan sosial melalui satire. Dalam salah satu bagiannya, Pandji kembali melontarkan kritik tajam terhadap elite kekuasaan.
“Kita mau berharap sama siapa? Kita hanya bisa berharap sama diri kita sendiri. Berharap sama siapa? Polisi kita membunuh, tentara kita berpolitik, presiden kita mau maafkan koruptor, wakil presiden kita, Gibran,” ujarnya.
Pernyataan tersebut memantik reaksi beragam. Sebagian publik menganggapnya sebagai kritik satir yang wajar dalam tradisi stand-up comedy, sementara lainnya menilai ucapan tersebut melampaui batas dan merendahkan jabatan Wakil Presiden.
Berbeda dengan Kaesang yang memilih bungkam, Gibran Rakabuming Raka justru merespons secara tidak langsung. Melalui unggahan Instagram terbarunya, Gibran diduga menyenggol balik Pandji dengan cara halus.
Dalam video tersebut, Gibran terdengar berkata singkat:
“Halus-halus,” Menariknya, unggahan itu menggunakan ‘Lagu Melayu’ karya Pandji Pragiwaksono sebagai latar musik, sebagaimana dikutip dari JawaPos.com, Jumat (9/1/2026).
Dalam keterangan unggahan, Gibran menjelaskan video itu diambil saat dirinya melakukan kunjungan kerja ke Doss Guava XR Studio, fasilitas produksi film berbasis teknologi yang dinilainya membanggakan.
“Pemerintah harus mendorong generasi muda dan insan kreatif melalui kolaborasi dan pemanfaatan teknologi. Saya yakin sekali, industri film Indonesia akan tumbuh berkelanjutan serta mampu bersaing di tingkat global,” tulis Gibran.***
Advertisement
