Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Jokowi Didesak Kontras Cabut Pernyataan, Sebut Ucapan Jokowi Standar Moral yang Rendah

Jokowi Didesak Kontras Cabut Pernyataan, Sebut Ucapan Jokowi Standar Moral yang Rendah

Nasional Jumat, 26 Januari 2024 5:34 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Koordinator KontraS Dimas Bagus Arya Saputra di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (21/9/2023). (KOMPAS.com/ Tatang Guritno)

Advertisement

Jakarta, GazanaPublika.com – Koordinator Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar mencabut pernyataannya mengenai presiden yang boleh berpihak dan berkampanye.

Dimas menganggap pernyataan tersebut berpotensi menimbulkan konflik kepentingan dan dapat berimplikasi pada serangkaian praktik kecurangan di lapangan selama Pemilu 2024 berlangsung.

Advertisement

Sehubungan dengan hal ini, ia juga meminta Badan Pengawasan Pemilu (Bawaslu) untuk melakukan pengawasan terkait perilaku mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut selama Pemilu 2024.

“Menteri-menteri dalam kabinet juga tetap profesional dalam menjalankan tugas kenegaraan dan tidak melakukan penyalahgunaan kekuasaan untuk kepentingan politik elektoral,” kata dia dalam keterangannya, Rabu (24/1/2024).

BACA JUGA:  BMKG Perbarui Info Sebaran Abu Anak Krakatau, Jakarta Tak Lagi Masuk Wilayah Terdampak

Sementara itu Koordinator Kontras, Dimas Bagus Arya Saputra menilai pernyataan Jokowi tidak dapat dianggap enteng karena dirinya memiliki kendali penuh terhadap semua alat negara dalam konteks memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon.

“Kami menyimpulkan bahwa pernyataan yang diucapkan oleh Jokowi mencerminkan standar moral yang rendah dan kurang pemahaman terhadap etika demokrasi.”

“Penyelenggara negara seharusnya tidak memanfaatkan jabatannya untuk kepentingan politik elektoral menjelang Pemilu,” ucapnya.

Dia mendesak agar Jokowi mematuhi mandat konstitusi terkait Pemilu agar proses tersebut dapat berlangsung secara langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil.

“Selain memastikan ketaatan bawahannya terhadap konstitusi, Presiden seharusnya memberikan teladan untuk bersikap adil.”

BACA JUGA:  Ruben Onsu Jadi Tersangka, Polisi Ungkap Awal Mula Dugaan Penipuan Investasi

“Namun, sayangnya, melalui berbagai pernyataan dan indikasi, Presiden terlihat sangat mendukung salah satu pasangan calon, yakni Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka,” ungkap Dimas.

Dia juga menilai bahwa pernyataan Jokowi ini memiliki potensi untuk disalahgunakan oleh pejabat negara yang mendukung satu pasangan calon, sehingga dapat menimbulkan penyalahgunaan kekuasaan atau abuse of power.

“Seharusnya, daripada menegur para menteri dan meminta fokus di akhir masa jabatan, pernyataan Jokowi hanya akan menghambat efektivitas kinerja pemerintah di akhir periode,” tambah Dimas. (Sumber: Tribunnews)

Advertisement

Desa Joko Widodo
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Nasional

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

BERITA TERBARU

Lari dari Proses Hukum, Kakak Ipar Pemerkosa Adik di Binuang Serang Jadi Buronan Polisi

Dua Polisi Gadungan di Malingping Culik dan Siksa Warga, Uang Jutaan Rupiah Turut Dirampas

Kecelakaan Maut Tol Cijago: Pemotor Lawan Arah Tewas Usai Tabrak Taksi

Survei CELIOS Tempatkan Bahlil dan Pigai di Posisi Terbawah, Golkar Jadi Sorotan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version