Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Luhut Binsar Pandjaitan: Turut Berduka, Terkenang Almarhum Faisal Basri Terkait Hilirisasi Nikel

Luhut Binsar Pandjaitan: Turut Berduka, Terkenang Almarhum Faisal Basri Terkait Hilirisasi Nikel

Nasional Kamis, 5 September 2024 15:08 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, menyampaikan rasa duka yang mendalam atas meninggalnya ekonom terkenal Faisal Basri. Luhut mengenang Faisal sebagai sosok yang memberikan kontribusi signifikan dalam pembangunan ekonomi Indonesia sejak era reformasi hingga kini (foto: CNNIndonesia.com)

GazanaPublika.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, turut merasakan duka mendalam atas wafatnya ekonom terkemuka Faisal Basri. Luhut mengenang Faisal sebagai salah satu tokoh yang telah banyak berperan dalam pembangunan ekonomi Indonesia, terutama sejak era reformasi hingga sekarang.

Dalam pernyataannya pada Kamis (5/9/2024), Luhut mengingat pertemuan terakhirnya dengan Faisal pada tahun 2021, setelah Indonesia melewati gelombang pertama pandemi Covid-19. “Saya terakhir bertemu beliau pada tahun 2021 setelah Covid-19. Saat itu, beliau memberikan masukan yang sangat penting terkait bagaimana kita bisa menyeimbangkan kebijakan kesehatan dan ekonomi melalui PPKM,” ujar Luhut.

Faisal Basri juga dikenal sebagai salah satu suara penting dalam pembahasan berbagai kebijakan strategis, termasuk hilirisasi nikel yang menjadi salah satu fokus pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Luhut mengakui meskipun sering kali berbeda pendapat dengan Faisal, ia selalu menghargai pandangan dan pemikiran yang disampaikan.

BACA JUGA:  Langkah Kesetaraan: Menteri Hukum Tegaskan Perpanjangan Usia Pensiun Polri Didasarkan pada Aspek Keadilan

“Kami sering berdiskusi soal kebijakan ekonomi, termasuk hilirisasi nikel. Meskipun ada perbedaan pandangan, saya sangat menghormati setiap pendapat yang beliau sampaikan karena selalu didasari oleh integritas dan kecintaan pada negara,” jelas Luhut.

Luhut juga mengapresiasi sikap Faisal yang lugas, namun tetap rendah hati dalam menyampaikan kritik. “Beliau selalu menyampaikan pandangannya dengan jelas, tanpa menyakiti, dan siap mendengarkan meskipun berbeda pandangan. Sikap tersebut menunjukkan karakter kuat dan integritas beliau sebagai seorang intelektual,” tambah Luhut.

Dalam pandangannya, Faisal Basri selalu kritis, tetapi dengan tujuan yang konstruktif, bukan sekadar untuk menjatuhkan. “Kritik yang beliau sampaikan selalu dengan niat untuk memperbaiki, dan itu yang membuat saya sangat menghormati beliau. Kita memerlukan lebih banyak sosok seperti Faisal di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA:  Dari Bangku Sekolah hingga Kursi Bupati, Jejak Karier Fadia Arafiq di Tengah Jerat OTT

Menutup pernyataannya, Luhut menyebut Faisal sebagai salah satu pemikir besar yang selalu memegang teguh prinsipnya, meski kerap berada di posisi berseberangan dengan pemerintah. “Indonesia kehilangan seorang tokoh penting. Semoga semua jasa dan pengabdiannya menjadi amal baik, dan beliau mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa,” tutup Luhut.

Sumber: Detik.com

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Berita Utama

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Nasional

Evolusi Kurikulum Kampus: Di Balik Fakta Penutupan Ratusan Program Studi Sepanjang 2026

Nasional

Polda Metro Jaya Siap Buka Kembali Penyidikan Kasus Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.