Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Kenaikan pangkat Mayor Teddy menjadi Letnan Kolonel (Letkol) menuai berbagai kritik dan kekhawatiran. Selain dinilai sarat muatan politis, kenaikan pangkat satu tingkat lebih tinggi yang diberikan kepada Sekretaris Kabinet (Seskab) itu dikhawatirkan menimbulkan kecemburuan di antara perwira menengah TNI. Peneliti SETARA Institute, Ikhsan Yosarie, menyatakan bahwa potensi kecemburuan di antara perwira menengah (pamen) TNI yang aktif di medan militer sangat besar terjadi, terutama karena proses kenaikan pangkat ini terkesan cepat dan tidak biasa.
“Kenaikan pangkat yang dipermudah karena dekat dengan kekuasaan tentu akan berdampak negatif, termasuk menimbulkan kecemburuan di antara pamen lainnya,” kata Ikhsan kepada Suara.com pada Sabtu (8/3/2025). Ia menegaskan bahwa Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, perlu memberikan penjelasan tuntas mengenai dasar dan pertimbangan pemberian kenaikan pangkat tersebut. Hal ini penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam tata kelola kenaikan pangkat, serta meminimalisir potensi kecemburuan di kalangan perwira TNI.
Advertisement
Kenaikan pangkat Mayor Teddy ke Letkol tertuang dalam Surat Perintah Nomor: Sprin/674/11/2025, yang dikeluarkan oleh TU Kasum TNI pada 6 Maret 2025. Surat tersebut menyatakan bahwa Mayor Teddy menerima Kenaikan Pangkat Regular Percepatan (KPRP) dari Mayor ke Letkol. Namun, keputusan ini memicu pertanyaan, terutama terkait kesesuaiannya dengan aturan dan prosedur yang berlaku.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengklaim bahwa kenaikan pangkat Mayor Teddy telah memenuhi semua persyaratan, baik secara perundang-undangan maupun administrasi. “Proses kenaikan pangkat ini sudah sesuai dengan aturan yang berlaku,” ujarnya.
Meski demikian, kritik dan kekhawatiran tetap mengemuka. Banyak pihak menilai bahwa kenaikan pangkat ini tidak lepas dari faktor kedekatan dengan kekuasaan, yang berpotensi menciptakan ketidakadilan di lingkungan TNI. Ikhsan Yosarie menekankan bahwa transparansi dan penjelasan yang jelas dari pimpinan TNI sangat diperlukan untuk menjaga integritas dan kepercayaan di tubuh militer.
“Penjelasan ini penting untuk memastikan bahwa kenaikan pangkat ini tidak diwarnai oleh unsur politik atau kekuasaan,” tegas Ikhsan. Ia juga mengingatkan bahwa kecemburuan di antara perwira menengah TNI dapat berdampak pada moral dan kinerja institusi militer secara keseluruhan.
Kenaikan pangkat Mayor Teddy ini menjadi sorotan publik, terutama di tengah upaya TNI untuk menjaga netralitas dan profesionalisme di tengah dinamika politik nasional. Banyak yang berharap agar proses kenaikan pangkat di lingkungan TNI tetap mengedepankan prinsip keadilan dan meritokrasi, tanpa terpengaruh oleh faktor-faktor non-militer.
Advertisement
