Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Siapa ‘Raja Jawa’ Menurut Bahlil

Siapa ‘Raja Jawa’ Menurut Bahlil

Spesial Rabu, 21 Agustus 2024 19:59 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Bahlil Lahadalia, Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Golkar untuk periode 2024-2029

GazanaPublika.com – Dalam momen bersejarah Musyawarah Nasional (Munas) XI Partai Golkar, Bahlil Lahadalia menegaskan posisinya sebagai pemimpin baru dengan penuh keyakinan. Saat membacakan visi dan misinya di hadapan para kader, Bahlil tak ragu untuk mengingatkan mereka akan pentingnya menjaga kehati-hatian dalam menghadapi tantangan politik yang ada.

“Kita harus lebih paten lagi. Soalnya, Raja Jawa ini kalau kita main-main, celaka kita,” ungkap Bahlil di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Agustus 2024. Peringatan itu disampaikannya dengan nada serius, mengisyaratkan bahwa ada kekuatan besar yang tidak boleh diabaikan.

Bahlil, yang kini juga menjabat sebagai Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), mengungkapkan bahwa sosok yang disebutnya sebagai “Raja Jawa” bukanlah ancaman yang bisa dianggap enteng. “Saya mau kasih tahu saja, jangan coba-coba main-main barang ini. Waduh, ini ngeri-ngeri sedap barang ini,” lanjutnya dengan penuh misteri, tanpa mengungkapkan identitas sebenarnya dari sosok tersebut.

Meskipun demikian, Bahlil memilih untuk tetap merahasiakan siapa sebenarnya “Raja Jawa” yang ia maksud. “Sudah. Waduh ini. Sudah banyak, sudah lihat kan barang ini kan? Ya tidak perlu saya ungkapkan lah. Enggak perlu,” katanya, meninggalkan tanda tanya besar di benak para hadirin.

Di balik peringatan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam memimpin Golkar. Ia mengaku bahwa satu-satunya kepentingannya adalah untuk membawa partai berlambang pohon beringin itu ke arah yang lebih baik. “Saya enggak ada kepentingan pribadi apa-apa. Kepentingan saya adalah Golkar lebih baik dari sekarang,” tegasnya dengan penuh keyakinan.

Dalam Munas XI tersebut, Bahlil Lahadalia secara resmi ditetapkan sebagai Ketua Umum Partai Golkar untuk periode 2024-2029 melalui proses aklamasi. Tidak hanya itu, Bahlil juga diberi mandat penuh sebagai formatur tunggal, dengan wewenang untuk menyusun kepengurusan Partai Golkar yang baru.

“Mengangkat dan mengesahkan Saudara Bahlil Lahadalia sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar periode 2024-2029, sekaligus memberikan mandat kepada yang bersangkutan untuk menjadi formatur tunggal,” kata Sekretaris Dewan Pimpinan Munas Golkar, Ace Hasan, menutup agenda penting di Jakarta Convention Center, yang menjadi saksi lahirnya era baru dalam sejarah Partai Golkar.

Sumber: Tempo.co

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Wacana Pilkada Lewat DPRD Menguat, 5 Partai Dukung

Spesial

KUHP Baru: Nikah Siri, Ada Ancaman Pidana

Spesial

Di Cina, Alat Kontrasepsi Kena Pajak, Penitipan Anak Bebas PPN

Spesial

Gemar Konsumsi Jajanan Manis, Perempuan Surabaya Alami Diabetes LADA di Usia Muda

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.