Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » KRL Rangkasbitung Terdampak Aksi Buruh di DPR, KAI Commuter Siapkan Rekayasa Layanan

KRL Rangkasbitung Terdampak Aksi Buruh di DPR, KAI Commuter Siapkan Rekayasa Layanan

Berita Utama Rabu, 27 Agustus 2025 23:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Jakarta — Ribuan buruh diperkirakan akan memenuhi kawasan Gedung DPR RI pada Kamis (28/8/2025) siang dalam aksi unjuk rasa besar-besaran. Guna mengantisipasi lonjakan massa dan potensi terganggunya mobilitas transportasi, PT KAI Commuter menyiapkan sejumlah langkah rekayasa operasional, khususnya pada jalur KRL Commuter Line Rangkasbitung–Tanah Abang yang melewati titik rawan di Stasiun Palmerah.

Dalam keterangan resmi, VP Corporate Secretary KAI Commuter, Joni Martinus, menegaskan bahwa perusahaan siap menutup sementara layanan perjalanan KRL dari Stasiun Tanah Abang hingga Stasiun Palmerah apabila kondisi di lintasan tidak kondusif. Dengan demikian, perjalanan KRL Rangkasbitung hanya akan berakhir di Stasiun Kebayoran atau berhenti di Palmerah untuk kemudian kembali ke arah Serpong, Parungpanjang, dan Rangkasbitung.

Advertisement

“KAI Commuter akan menyesuaikan pola operasi situasional sesuai perkembangan kondisi di lapangan, khususnya pada jalur yang bersinggungan langsung dengan titik aksi di depan DPR,” ujar Joni dalam rilisnya, Rabu (27/8/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Selain potensi penutupan lintasan, rekayasa jadwal perjalanan juga disiapkan pada sore hingga malam hari, waktu yang diprediksi menjadi puncak kepadatan penumpang usai jam kerja. Fokus utama KAI Commuter adalah menjaga kelancaran mobilitas masyarakat sekaligus mengurai kepadatan pengguna, terutama pada lintasan Rangkasbitung yang dikenal sebagai salah satu rute dengan penumpang terbanyak.

BACA JUGA:  Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Pengamanan Berlapis

Untuk memastikan keamanan pengguna, sebanyak 154 petugas pengamanan akan disiagakan di sejumlah stasiun strategis. Jumlah terbesar ditempatkan di Stasiun Palmerah (53 personel), disusul Stasiun Tanah Abang (50 personel), Stasiun Karet (27 personel), serta Stasiun Kebayoran (24 personel).

Personel itu terdiri dari gabungan petugas internal KAI Commuter dan unsur aparat TNI/Polri. Penebalan pasukan dilakukan untuk mengantisipasi potensi desak-desakan maupun gangguan keamanan di sekitar area demonstrasi.

KAI Commuter juga mengimbau pengguna KRL tujuan Serpong atau Rangkasbitung untuk naik-turun di Stasiun Kebayoran, sementara pengguna tujuan Cikarang, Bogor, dan Tangerang disarankan menggunakan Stasiun Karet.

“Kami meminta masyarakat untuk mencari alternatif stasiun keberangkatan maupun kedatangan. Keselamatan dan ketertiban bersama adalah prioritas kami,” tegas Joni.

BACA JUGA:  KPK Tolak Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli: Sudah Masuk Ranah Penyidikan Tindak Pidana

Tuntutan Aksi Buruh

Aksi demonstrasi kali ini dipelopori oleh Koalisi Serikat Pekerja dan Partai Buruh (KSP-PB), dengan estimasi massa mencapai puluhan ribu orang. Mereka akan mulai bergerak menuju kompleks parlemen sejak pukul 10.15 WIB.

Setidaknya ada enam tuntutan utama yang akan disuarakan, di antaranya pembentukan Satgas Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), penghapusan outsourcing, penolakan terhadap praktik upah murah, serta desakan agar pemerintah menaikkan upah minimum 2026 sebesar 8,5–10,5 persen.

Aksi ini menjadi salah satu gelombang protes terbesar yang diarahkan langsung ke parlemen pasca pembahasan sejumlah rancangan undang-undang ketenagakerjaan yang dinilai merugikan buruh.

Warga Diminta Antisipasi

KAI Commuter mengingatkan bahwa situasi di sekitar kawasan Tanah Abang–Palmerah berpotensi padat dan menimbulkan keterlambatan perjalanan. Masyarakat diminta untuk mengatur jadwal keberangkatan lebih awal serta mempertimbangkan moda transportasi lain jika mendesak.

Dengan rekayasa jalur, penebalan personel, dan pengaturan jadwal yang lebih fleksibel, KAI Commuter berharap layanan transportasi publik tetap bisa berjalan meski Jakarta bersiap menghadapi gelombang demonstrasi besar.

Advertisement

Buruh
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version