Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Gelombang banjir rob kembali menerjang wilayah pesisir Jakarta pada Kamis (4/12/2025). Genangan tertinggi terpantau di Jalan RE Martadinata, Tanjung Priok, Jakarta Utara, tepat di depan Jakarta International Stadium (JIS), dengan tinggi muka air mencapai 40 sentimeter.
Kasatgas BPBD Korwil Jakarta Utara, Vitus Dwi Indarto, mengatakan banjir mulai meningkat sejak pagi. Kondisi ini membuat sepeda motor tak bisa melintas dan banyak yang mogok akibat mesin terendam. “Hanya kendaraan roda empat yang masih dapat melewati jalur tersebut,” ujarnya, mengutip laporan Antara.
Advertisement
Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Utara telah mengerahkan dua pompa mobile dan satu pompa apung untuk membantu mempercepat penyedotan air. Pemantauan ketinggian rob dilakukan secara berkala karena peningkatan gelombang pasang masih mungkin terjadi.
10 RT di Kepulauan Seribu Ikut Terdampak
Selain Jakarta Utara, banjir rob juga melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. BPBD DKI Jakarta mencatat 10 RT tergenang, terutama di Kelurahan Pulau Harapan dan Pulau Untung Jawa, dengan ketinggian air antara 10 hingga 15 sentimeter.
“Tiga ruas jalan juga ikut terendam, termasuk akses menuju puskesmas dan area sekitar lapangan futsal,” kata Kepala Pusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan.
Meski ketinggiannya relatif rendah, banjir rob di pulau-pulau tersebut cukup mengganggu aktivitas warga, terutama mobilitas harian dan layanan fasilitas umum.
Puncak Rob Diprediksi Terjadi Besok
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung memperingatkan bahwa puncak banjir rob diperkirakan terjadi pada Jumat (5/12/2025) sekitar pukul 09.00 WIB. Ia meminta Dinas SDA dan seluruh jajaran terkait meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di kawasan utara Jakarta yang menjadi titik paling rawan.
“Saya sudah menyampaikan sejak kemarin bahwa rob akan terjadi. Hari ini mulai terlihat, dan besok adalah puncaknya,” ujar Pramono dalam forum High Level Meeting TPID dan TP2DD di Jakarta Pusat.
Pramono menambahkan, ancaman rob dapat bersamaan dengan curah hujan tinggi pada pekan kedua Desember. Kombinasi air laut pasang dan hujan ekstrem dinilai berpotensi memperparah genangan di sejumlah wilayah.
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini menyiagakan pompa tambahan dan menempatkan petugas lapangan pada beberapa titik kritis untuk memastikan penanganan cepat apabila ketinggian air terus meningkat.
Advertisement
