Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kerugian Bencana di Padang Pariaman Tembus Rp268,5 Miliar, Ribuan Warga Terdampak

Kerugian Bencana di Padang Pariaman Tembus Rp268,5 Miliar, Ribuan Warga Terdampak

Daerah Sabtu, 29 November 2025 22:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Pariaman – Serangkaian bencana yang melanda Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat, selama sepekan terakhir meninggalkan kerusakan besar. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Padang Pariaman memperkirakan total kerugian melampaui Rp268,5 miliar, terutama akibat banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang yang dipicu cuaca ekstrem, dikutip dari antara news.com.

Sekretaris Daerah Padang Pariaman, Rudy Repenaldi Rilis, mengatakan bahwa sebagian besar kerusakan terjadi pada infrastruktur vital. “Hanya untuk jembatan Koto Buruak saja, nilai kerugiannya diperkirakan lebih dari Rp50 miliar,” ujarnya, Sabtu (29/11/1025).

Advertisement

Menurut Rudy, dampak cuaca ekstrem menyapu berbagai sektor. Sejumlah jembatan ambruk, beberapa ruas jalan mengalami amblas dan putus, jaringan irigasi rusak, serta lahan pertanian ikut terdampak. Total 341 hektare sawah dan 106 hektare ladang jagung rusak terendam banjir atau tertimbun longsor.
Kerusakan juga menimpa rumah warga, fasilitas pendidikan, dan sarana publik lainnya. Banyak rumah dilaporkan hanyut terbawa arus saat debit air sungai melonjak.

BACA JUGA:  Stasiun Karet Resmi Ditutup, Penumpang KRL Mulai Dialihkan ke BNI City

Pemkab mencatat setidaknya 10.575 jiwa terdampak bencana. Ribuan warga harus mengungsi ke lokasi aman. Untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, pemerintah daerah telah mendirikan sejumlah dapur umum bersama aparatur terkait.

Rudy menambahkan bahwa skala kerusakan semakin besar karena beberapa sungai besar yang bermuara di Padang Pariaman—dan berada di bawah kewenangan pemerintah pusat—belum mendapatkan penanganan normalisasi yang memadai. Upaya gotong royong membersihkan aliran sungai yang dilakukan beberapa bulan sebelumnya dinilai belum cukup mengatasi masalah.

Dengan nilai kerusakan yang sangat besar, Pemkab Padang Pariaman menegaskan tidak memiliki kapasitas anggaran untuk memulihkan seluruh infrastruktur. Bantuan pemerintah provinsi dan pusat sangat dibutuhkan.

BACA JUGA:  Semarak HUT RI ke-81, Pedagang Asongan dan PKL Palmerah Bagikan Kantong Sampah demi Jaga Kebersihan Kawasan DPR

“Kami tidak mungkin menangani ini sendirian. Infrastruktur yang rusak harus segera diperbaiki,” kata Rudy.

Puncak perhatian publik tertuju pada Jembatan Koto Buruak di Kecamatan Lubuak Aluang yang ambruk pada Kamis (27/11), sekitar pukul 09.00 WIB. Bupati Padang Pariaman, John Kenedy Azis, mengungkapkan bahwa saat jembatan sepanjang 185 meter itu runtuh, seorang ibu dan anak yang melintas dengan sepeda motor ikut terjatuh bersama konstruksi jembatan.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Jembatan baru saja putus, dan ada korban ibu dan anak yang terjatuh,” ujar Bupati.

Jembatan tersebut merupakan akses penting bagi warga menuju pusat pemerintahan dan kawasan perekonomian. Kerusakannya menyebabkan arus mobilitas terganggu dan memerlukan penanganan darurat.

Advertisement

Pemerintah Pendidikan Provinsi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version