Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Perang Meletus di Perbatasan, Jet Tempur Thailand Serang Kamboja 9 Warga Sipil Tewas

Perang Meletus di Perbatasan, Jet Tempur Thailand Serang Kamboja 9 Warga Sipil Tewas

Internasional Kamis, 24 Juli 2025 21:16 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Sumber Foto: reuters.com

GazanaPublika.com,   Bangkok – Eskalasi mematikan pecah di perbatasan Thailand–Kamboja setelah militer Thailand secara resmi mengonfirmasi telah melancarkan serangan udara terhadap sasaran militer di wilayah Kamboja, Kamis pagi (24/7/2025), dilansir dari Reuters.

Serangan ini menggunakan pesawat tempur F-16 yang menembakkan rudal ke dua titik target, menandai titik balik kritis dalam konflik perbatasan yang telah berlangsung selama lebih dari satu abad.

“Kami telah menggunakan kekuatan udara terhadap target-target militer sebagaimana telah direncanakan,” ujar Wakil Juru Bicara

Angkatan Darat Thailand, Richa Suksuwanon, seperti dilansir dari Reuters
Enam jet F-16 dikerahkan dari Provinsi Ubon Ratchathani, dengan salah satunya meluncurkan serangan langsung ke wilayah Kamboja. Serangan ini dilakukan setelah pasukan Kamboja lebih dulu melepaskan roket dan tembakan artileri ke arah permukiman di wilayah Thailand.
Kronologi Bentrokan

Bentrokan bermula sekitar pukul 07.35 pagi waktu setempat ketika satuan penjaga perbatasan Thailand di sekitar Candi Ta Muen Thom mendeteksi keberadaan drone militer Kamboja. Tak lama kemudian, enam tentara Kamboja terlihat mendekati pagar kawat berduri dengan membawa senjata berat, termasuk granat berpeluncur roket (RPG)..

Sekitar pukul 08.20, tembakan dilepaskan ke arah timur candi, hanya sekitar 200 meter dari pos Thailand. Militer Thailand mengklaim telah memberi peringatan lisan, namun serangan tetap terjadi. Thailand menyebut serangan Kamboja sebagai pelanggaran berat dan alasan utama eskalasi udara.

BACA JUGA:  Eropa di Persimpangan: Retakan Transatlantik Usai Serangan AS–Israel ke Iran

Korban Jiwa dan Respons Thailand
Militer Thailand melaporkan sembilan warga sipil tewas, termasuk seorang anak berusia delapan tahun, dan 14 lainnya luka-luka dalam serangan artileri Kamboja di wilayah Provinsi Surin, Ubon Ratchathani, dan Sisaket. Enam dari korban tewas berada di dekat sebuah pom bensin yang terkena serangan langsung.

“Situasi ini memerlukan penanganan hati-hati, dan kami harus bertindak sesuai dengan hukum internasional,” kata Penjabat Perdana Menteri Thailand, Phumtham Wechayachai, dalam konferensi pers. “Kami akan melakukan yang terbaik untuk melindungi kedaulatan kami.”
Respons Kamboja: Serangan Udara Adalah Pelanggaran Teritorial

Sementara itu, Kementerian Pertahanan Kamboja menuduh balik Thailand telah melanggar integritas teritorial Kerajaan Kamboja dengan menyerang tanpa deklarasi perang.

“Sebagai tanggapan, angkatan bersenjata Kamboja menjalankan hak sah untuk membela diri, sepenuhnya sesuai dengan hukum internasional,” tegas juru bicara Maly Socheata.

Mantan Perdana Menteri Kamboja, Hun Sen, melalui unggahan di Facebook menyebutkan bahwa dua provinsi Kamboja telah menjadi sasaran tembakan rudal oleh jet tempur Thailand.

BACA JUGA:  AS Akui Tak Mampu Tembak Jatuh Semua Drone Iran, Kongres Diberi Peringatan Serius

Akar Konflik

Sengketa batas wilayah sepanjang 817 kilometer antara Thailand dan Kamboja telah berlangsung lebih dari 100 tahun, dengan ketegangan meningkat sejak insiden kontak senjata di Mei 2025 yang menewaskan seorang tentara Kamboja.
Ketegangan mencapai puncaknya saat Thailand menarik duta besarnya dari Phnom Penh dan mengusir duta besar Kamboja dari Bangkok pada Rabu malam, menyusul dua prajurit Thailand yang terluka parah oleh ranjau darat di wilayah sengketa.

Thailand menuduh bahwa ranjau tersebut baru ditanam oleh pasukan Kamboja, sementara Phnom Penh membantah keras dan menyatakan bahwa ranjau-ranjau itu merupakan sisa konflik internal mereka beberapa dekade lalu.

Reaksi Internasional Ditunggu
Hingga saat ini, belum ada pernyataan resmi dari ASEAN maupun PBB. Namun, para analis memperingatkan bahwa konflik ini dapat menjadi krisis regional serius jika tidak segera diredam secara diplomatik.

Sementara itu, organisasi kemanusiaan dan pengamat internasional menyerukan gencatan senjata dan akses bantuan ke wilayah terdampak, termasuk di perbatasan provinsi Oddar Meanchey dan Preah Vihear di sisi Kamboja.

Erupsi Gunung Meletus
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Teheran Mulai Persiapkan Upacara Pelepasan Ali Khamenei, Prosesi Dijadwalkan Berlangsung Sebelum Akhir Juni

Internasional

Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Internasional

Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Internasional

Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.