Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » AS Akui Tak Mampu Tembak Jatuh Semua Drone Iran, Kongres Diberi Peringatan Serius

AS Akui Tak Mampu Tembak Jatuh Semua Drone Iran, Kongres Diberi Peringatan Serius

Internasional Kamis, 5 Maret 2026 19:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Militer Amerika Serikat (AS) memberikan peringatan serius kepada para anggota parlemen dalam sebuah pengarahan tertutup di Capitol Hill pada Selasa waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, pejabat tinggi militer menyampaikan kemungkinan besar pasukan AS tidak akan mampu menembak jatuh setiap drone yang diluncurkan Iran dalam serangan balasan terhadap instalasi dan aset militer Amerika.

Berdasarkan laporan dua orang yang mengetahui isi pengarahan itu, para pejabat yang dipimpin oleh Ketua Kepala Staf Gabungan, Dan Caine, menjelaskan bahwa Iran telah mengerahkan ribuan drone serang sekali jalan. Walaupun militer AS memiliki kemampuan untuk menjatuhkan sebagian besar drone tersebut, mereka mengakui tidak akan mampu menghalau seluruh rentetan serangan yang masuk secara bersamaan.

Advertisement

Sebagai dampaknya, fokus strategi militer AS kini bergeser. Dalam pengarahan rahasia tersebut, para pejabat menegaskan bahwa prioritas utama adalah menghancurkan lokasi peluncuran drone dan rudal konvensional secepat mungkin sebelum serangan mencapai target. Informasi ini disampaikan oleh sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan karena pembahasan yang berlangsung menyangkut detail operasi yang sangat sensitif.

Iran diketahui menggunakan drone bunuh diri berbiaya rendah tipe Shahed sebagai bagian dari serangan balasan terhadap operasi militer AS. Dengan karakteristik terbang rendah dan relatif lambat, drone ini dinilai lebih sulit dideteksi oleh sistem pertahanan udara konvensional dibandingkan rudal balistik yang bergerak cepat.

BACA JUGA:  Tuai Kecaman, Trump Ancam Terapkan Tarif Kargo Selat Hormuz

Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan strategi drone Iran yang terlihat mencoba memaksa Washington menghabiskan pencegat canggih seperti Patriot dan THAAD merupakan langkah yang keliru dan tidak berhasil. Menurutnya, pasukan AS tetap mampu menjatuhkan drone tersebut melalui berbagai metode pertahanan yang berbeda.

Namun demikian, sejumlah anggota Partai Demokrat di Kongres tetap menyampaikan kekhawatiran bahwa militer AS telah menggunakan terlalu banyak stok pencegat dalam menghadapi serangan rudal balistik Iran. Kekhawatiran itu juga diakui secara internal oleh Caine, meskipun secara terbuka ia tetap menunjukkan keyakinan terhadap ketersediaan persenjataan yang dimiliki militer AS.

“Kami memiliki amunisi presisi yang cukup untuk tugas yang sedang dihadapi, baik untuk serangan maupun pertahanan,” ujar Caine dalam konferensi pers di Pentagon pada Rabu pagi tanpa memberikan rincian spesifik, seperti dikutip The Guardian, Kamis (5/3/2026).

Tingginya intensitas penggunaan senjata dalam konflik ini juga membawa konsekuensi biaya yang sangat besar. Pada hari-hari pertama pertempuran, AS disebut menghabiskan sekitar US$2 miliar atau hampir Rp34 triliun per hari. Angka itu kini diperkirakan turun menjadi sekitar US$1 miliar per hari dan diprediksi akan terus menurun seiring berjalannya konflik.

BACA JUGA:  Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, Terbesar Sepanjang Sejarah

Pihak Gedung Putih tidak segera memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait perkembangan tersebut. Sementara itu, juru bicara Kepala Staf Gabungan juga menolak memberikan keterangan lebih lanjut dengan alasan keamanan operasional yang sedang berlangsung.

Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump melalui media sosial pada Senin malam menulis bahwa Amerika dapat mempertahankan tingkat penggunaan senjata tersebut tanpa batas waktu. Ia menyebut stok amunisi kelas menengah dan menengah atas militer AS secara praktis tidak terbatas, meski mengakui persenjataan di level tertinggi belum berada pada posisi yang ideal.

Sekretaris Pers Gedung Putih, Karoline Leavitt, menegaskan dalam pengarahan pers pada Rabu bahwa AS memiliki lebih dari cukup persenjataan untuk menghadapi perang berkepanjangan dengan Iran. Ia juga menyebut unggahan Trump itu sebagai kritik terhadap kebijakan pemerintahan sebelumnya di bawah Joe Biden yang mengirimkan banyak senjata ke Ukraina.

“Kami memiliki cadangan senjata di tempat-tempat yang bahkan tidak diketahui oleh banyak orang di dunia ini. Presiden ingin menunjukkan bahwa, sayangnya, kita memiliki pemimpin yang sangat bodoh dan tidak kompeten di Gedung Putih ini selama empat tahun yang memberikan banyak senjata terbaik kita secara cuma-cuma,” tegas Leavitt.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

Peduli Warga Terdampak Kekeringan, Polda Banten Distribusikan 6.500 Liter Air Bersih di Tigaraksa

TTKKBI Cilegon Open Fest 2026 Meriah, Puluhan Perguruan Tampilkan Seni Pencak Silat Tingkat Nasional

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.