Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta — Mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara resmi mengumumkan bahwa Israel dan Hamas telah menyepakati tahap pertama Rencana Perdamaian (Peace Plan) untuk mengakhiri perang di Jalur Gaza. Dalam pernyataannya yang disampaikan pada Kamis (9/10/2025) waktu setempat, Trump menegaskan bahwa seluruh sandera akan segera dibebaskan, dan pasukan Israel akan mundur ke garis yang telah disetujui bersama.
“Rencana Perdamaian kami telah disetujui oleh kedua pihak. Semua sandera akan dibebaskan dan Israel akan menarik pasukannya ke garis yang telah disepakati,” tulis Trump dalam unggahan di platform Truth Social.
Advertisement
Trump menyebut kesepakatan tersebut sebagai “langkah besar menuju perdamaian permanen di Timur Tengah.” Ia juga menekankan bahwa kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi intensif antara berbagai pihak, termasuk mediator dari Amerika Serikat, Mesir, dan Qatar.
Menurut informasi yang dirilis pada hari Kamis itu, tahap pertama rencana perdamaian mencakup tiga poin utama: pembebasan sandera yang masih ditahan Hamas, penghentian serangan militer di sebagian besar wilayah Gaza, dan penarikan pasukan Israel ke batas yang disepakati sebagai zona gencatan senjata.
Selain itu, kesepakatan ini juga membuka jalan bagi pengiriman bantuan kemanusiaan berskala besar serta dimulainya program rekonstruksi bagi ribuan bangunan yang hancur akibat perang berkepanjangan.
Trump dalam pernyataannya mengingatkan, perdamaian tidak akan tercapai tanpa keberanian untuk mengambil langkah sulit. “Semua pihak harus diberi keadilan. Tidak ada yang menang dalam perang yang menghancurkan kemanusiaan,” ujarnya.
Konflik Israel–Hamas sendiri pecah pada Oktober 2023 dan telah menewaskan lebih dari 67.000 warga Palestina, sementara jutaan lainnya terpaksa mengungsi dari Jalur Gaza. Serangan bertubi-tubi juga menghancurkan infrastruktur penting seperti rumah sakit, sekolah, serta fasilitas publik lainnya.
Kabar kesepakatan itu disambut lega oleh banyak pihak di kawasan. Di sejumlah wilayah Gaza, warga terlihat menyalakan kembang api dan melakukan sujud syukur setelah mendengar pengumuman tersebut. Namun, para pengamat menilai implementasi kesepakatan ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam memastikan kepatuhan kedua pihak dan pengawasan di lapangan.
Meski begitu, pengumuman Trump pada hari Kamis (9/10) dianggap menjadi momentum penting bagi upaya rekonsiliasi dan titik balik bagi terciptanya perdamaian yang diharapkan dapat mengakhiri penderitaan rakyat Palestina setelah dua tahun konflik berdarah.
Advertisement
