GazanaPublika.com, Jakarta – Kepolisian Wilayah Ibu Kota Australia atau Australian Capital Territory (ACT) meningkatkan kewaspadaan publik setelah menemukan sejumlah perangkat peledak di kawasan Canberra barat laut. Penemuan tersebut terjadi di area yang berdekatan dengan jalur pejalan kaki umum, sehingga memicu peringatan keamanan kepada masyarakat.
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan pada Rabu (14/1/2026) malam waktu setempat, Kepolisian ACT mengungkapkan bahwa petugas telah merespons beberapa laporan terkait penemuan bom pipa di wilayah pinggiran Belconnen, sekitar 10 kilometer dari pusat Kota Canberra. Insiden penemuan itu terjadi dalam dua hari berturut-turut, yakni Selasa (13/1/2026) dan Rabu.
Perkembangan terbaru disampaikan dalam konferensi pers pada Kamis (15/1/2026). Pelaksana Tugas Inspektur Detektif Anna Wronski mengonfirmasi bahwa total 11 perangkat peledak telah ditemukan di sejumlah titik. Dari jumlah tersebut, beberapa perangkat sudah meledak saat ditemukan, sementara sisanya belum sempat meledak.
“Beberapa barang yang ditemukan telah diledakkan sebelum polisi menentukan lokasi, dan beberapa lainnya belum meledak,” ujar Wronski.
Ia menegaskan bahwa seluruh perangkat tersebut telah berhasil dimusnahkan oleh aparat. Hingga saat ini, kepolisian tidak menerima laporan adanya korban luka maupun kerusakan properti akibat insiden tersebut.
Wronski juga menekankan pentingnya kewaspadaan publik dan mengimbau masyarakat agar tidak menyentuh atau mendekati benda apa pun yang mencurigakan. Kepolisian meminta warga segera melaporkan temuan barang atau aktivitas yang tidak biasa kepada pihak berwenang.
Penyelidikan lebih lanjut masih terus dilakukan untuk mengungkap asal-usul perangkat peledak tersebut dan memastikan situasi keamanan di kawasan Canberra tetap terkendali.
