GazanaPublika.com, Moskow — Presiden Rusia Vladimir Putin menerima undangan dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza, sebuah badan internasional yang tengah dirancang Washington sebagai bagian dari inisiatif dewan perdamaian global yang lebih luas.
Dalam piagam resminya, Dewan Perdamaian Gaza digambarkan sebagai organisasi internasional yang bertujuan mempromosikan stabilitas, memulihkan pemerintahan yang sah dan dapat diandalkan, serta mengamankan perdamaian jangka panjang di wilayah yang terdampak atau terancam konflik.
Dokumen tersebut juga menyebutkan bahwa Presiden Amerika Serikat akan memiliki kewenangan menyetujui lambang resmi organisasi tersebut.
Kremlin menyatakan undangan kepada Putin bertujuan melibatkan Rusia dalam upaya penyelesaian konflik global, sekaligus mengawasi proses pemerintahan dan rekonstruksi di Gaza.
“Presiden Putin juga menerima undangan untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian ini,” kata juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, kepada wartawan, Senin (19/1/2026), seperti dilansir Al Arabiya.
Namun, Peskov menegaskan Moskow masih mengkaji secara mendalam tawaran tersebut.
“Rusia berupaya untuk mengklarifikasi semua nuansa dari tawaran tersebut dengan Washington,” ujarnya, tanpa menyebutkan apakah Putin cenderung menerima undangan itu.
Selama bertahun-tahun, Moskow berupaya menyeimbangkan hubungan dengan berbagai aktor utama di Timur Tengah, termasuk Israel dan Palestina. Namun, sejak pecahnya perang Israel-Hamas serta konflik Rusia-Ukraina, Kremlin dinilai mulai menjauh dari Israel dan mempererat hubungan dengan negara-negara yang selama ini menjadi rival Tel Aviv, seperti Iran.
Di saat yang sama, Rusia juga meningkatkan pendekatan diplomatik dengan negara-negara Teluk, seiring memburuknya hubungan dengan negara-negara Barat.
Sebelumnya, Putin sempat memuji langkah Trump dalam menangani berbagai konflik internasional.
“Dia benar-benar melakukan banyak hal untuk menyelesaikan krisis-krisis kompleks ini, yang telah berlangsung selama bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun,” kata Putin pada Oktober 2025 lalu.
