Advertisement
GazanaPublika.com, Jakarta – Ketegangan di kawasan Teluk kembali memanas. Pemerintah Uni Emirat Arab (UEA) resmi mengumumkan penutupan kedutaan besarnya di Teheran, ibu kota Iran, serta menarik duta besar dan seluruh staf diplomatiknya dari negara tersebut. Langkah ini diambil menyusul serangan rudal Iran yang menargetkan wilayah Emirat.
Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri UEA menyebut keputusan itu sebagai respons langsung atas apa yang mereka gambarkan sebagai “serangan rudal Iran yang terang-terangan” terhadap negara tersebut. Kedutaan besar UEA di Teheran ditutup, sementara seluruh perwakilan diplomatik dipulangkan.
Advertisement
Pemerintah UEA menilai serangan tersebut sebagai “tindakan agresi terhadap situs sipil, termasuk daerah permukiman, bandara, pelabuhan, dan fasilitas layanan.” Pernyataan itu menegaskan bahwa dampaknya tidak hanya bersifat militer, melainkan menyentuh ruang-ruang publik yang vital.
Serangan tersebut, menurut kementerian itu, “membahayakan warga sipil yang tidak bersalah dalam eskalasi yang berbahaya dan tidak bertanggung jawab yang merupakan pelanggaran mencolok terhadap kedaulatan nasional dan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan Piagam PBB.”
UEA juga menambahkan bahwa keputusan penarikan misi diplomatik diambil dengan mempertimbangkan “pendekatan agresif dan provokatif Iran yang terus berlanjut, yang merusak peluang untuk de-eskalasi dan mendorong kawasan tersebut ke arah jalur yang sangat berbahaya, mengancam keamanan dan stabilitas regional dan internasional, keamanan energi, dan stabilitas ekonomi global.”
Sebelumnya, sejumlah wilayah UEA menjadi sasaran serangan balasan dari Iran. Salah satu titik yang terdampak adalah Bandara Internasional Zayed Abu Dhabi, yang dilaporkan terkena rudal dalam rangkaian eskalasi terbaru tersebut.
Langkah diplomatik ini menandai babak baru ketegangan antara kedua negara, sekaligus memunculkan kekhawatiran luas akan dampak lanjutan terhadap stabilitas kawasan Teluk dan jalur ekonomi global yang melintasinya.
Advertisement
Advertisement
