Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Klaim Gencatan Senjata Trump, Iran Bantah

Klaim Gencatan Senjata Trump, Iran Bantah

Internasional Selasa, 24 Maret 2026 19:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Ketegangan di Timur Tengah memasuki babak baru. Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim peluang kesepakatan dengan Iran untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung sekitar tiga pekan. Namun, pernyataan itu langsung dibantah Teheran, menandakan situasi masih jauh dari mereda, berikut dikutip dari CNBCIndonesia.com

Di tengah klaim negosiasi, dinamika di lapangan justru menunjukkan arah yang beragam—dari indikasi de-eskalasi hingga eskalasi baru di sejumlah titik.

Advertisement

Klaim Negosiasi, Iran Membantah

Trump menyebut pembicaraan dengan Iran berlangsung “sangat baik” dan membuka peluang penghentian serangan. Namun pihak Iran menegaskan tidak ada negosiasi seperti yang diklaim Washington.

Sejumlah analis menilai langkah Trump sebagai bentuk “mundur taktis”. Analis keamanan menyebut keputusan menahan serangan terhadap infrastruktur energi Iran dilakukan untuk menghindari balasan besar dari Teheran.

Komunikasi dengan Israel

Usai mengumumkan “gencatan sementara”, Trump langsung berbicara dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Netanyahu menegaskan bahwa setiap kesepakatan harus tetap menjaga kepentingan strategis Israel di kawasan.

“Presiden Trump percaya ada peluang untuk memanfaatkan pencapaian luar biasa dari militer Israel dan militer AS guna mewujudkan tujuan perang dalam sebuah kesepakatan,” ujarnya.

BACA JUGA:  Teheran Mulai Persiapkan Upacara Pelepasan Ali Khamenei, Prosesi Dijadwalkan Berlangsung Sebelum Akhir Juni

Serangan Masih Berlangsung

Di lapangan, operasi militer belum berhenti. Israel tetap melancarkan serangan ke wilayah yang dianggap sebagai proksi Iran, termasuk menggempur pinggiran selatan Beirut setelah peringatan evakuasi dikeluarkan.

Selain itu, militer Israel juga mengklaim menyerang fasilitas milik Garda Revolusi Iran di Teheran yang digunakan untuk mengoordinasikan pasukan Basij.

Sistem Pertahanan Israel Tertembus

Situasi semakin kompleks setelah sistem pertahanan udara Israel dilaporkan mengalami kebocoran. Sistem David’s Sling gagal mencegat dua rudal balistik Iran yang menghantam wilayah selatan Israel dan melukai puluhan orang.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan baru soal efektivitas pertahanan berlapis yang selama ini menjadi andalan Israel.

Respons Internasional Menguat

Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif telah berbicara dengan Presiden Iran untuk membahas situasi “serius” di kawasan dan menyatakan kesiapan mendorong perdamaian.

Sementara itu, Inggris mengambil langkah tegas dengan memanggil duta besar Iran di London dan mengirim sistem pertahanan udara ke kawasan Teluk. Perdana Menteri Keir Starmer menyebut langkah ini sebagai upaya mengantisipasi ancaman rudal.

BACA JUGA:  Ketegangan Memanas di Timur Tengah: Serangan Udara Amerika Serikat di Iran Tewaskan 14 Orang pada Hari Kedua

Peringatan Dampak Besar

International Committee of the Red Cross memperingatkan konflik telah mendekati “titik tanpa kembali”, terutama jika serangan terhadap infrastruktur vital terus berlanjut.
“Apa yang kita saksikan dalam beberapa hari terakhir di Timur Tengah berisiko mencapai titik tanpa kembali,” kata Presiden ICRC.

Dampak Ekonomi dan Energi

Blokade Iran di Selat Hormuz memicu lonjakan harga energi global. Kepala ADNOC Sultan Ahmed Al Jaber menyebut tindakan tersebut sebagai “terorisme ekonomi”.

Di sisi lain, Menteri Energi AS menyatakan gangguan pasar minyak bersifat sementara, meski volatilitas masih tinggi.

Arah Konflik: Mereda atau Meledak?

Pernyataan Trump tentang peluang damai di satu sisi, dan intensitas serangan di sisi lain, menunjukkan konflik ini berada di titik krusial: antara menuju de-eskalasi atau justru meluas.

Di tengah tarik-menarik kepentingan militer, politik, dan ekonomi global, satu hal menjadi jelas—perang ini belum benar-benar berakhir, dan dunia masih menunggu apakah “jalur diplomasi” akan benar-benar menang atas logika eskalasi. ***

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

Advertisement

BERITA LAINNYA

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

Internasional

Iran Klaim Hantam Fasilitas Militer AS di Yordania dan Kuwait Lewat Serangan Rudal dan Drone

BERITA TERBARU

Lada ‘Black Gold’, Artisnya Rempah-Rempah Zaman Kolonial

Febi Pirmansyah Kritik Pernyataan Cak Imin soal NU: Jangan Salahkan Organisasi, Lihat Rekam Jejak Sendiri

Aksi Gerakan 9 di Malingping Diwarnai Bentrokan, Mahasiswa Desak Pemeriksaan Proyek Jalan Cikeusik–Simpang Cijaku

Gelar Giat Cacahan Warga Banten, Forwatu Berkomitmen Menjaga Kondusivitas dan Tetap Kritis

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.