Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Babak Baru Diplomasi AS-Iran Menguat, Negosiasi Putaran Kedua Berpeluang Digelar 16 April

Babak Baru Diplomasi AS-Iran Menguat, Negosiasi Putaran Kedua Berpeluang Digelar 16 April

Internasional Selasa, 14 April 2026 22:30 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Islamabad — Upaya diplomasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran memasuki babak baru setelah kedua pihak disebut membuka peluang untuk melanjutkan negosiasi putaran kedua dalam waktu dekat. Sejumlah laporan media internasional, termasuk Associated Press (AP) dan Reuters, pada Selasa (14/4/2026) menyebut pembicaraan lanjutan dapat digelar paling cepat pada Kamis, 16 April 2026. Informasi tersebut dikutip dari pejabat AS yang mengetahui perkembangan proses diplomatik tersebut.

Menurut laporan yang beredar, kedua pihak tengah menjajaki kemungkinan kembali duduk bersama di meja perundingan setelah pembicaraan sebelumnya belum menghasilkan kesepakatan final.

Advertisement

“Kedua pihak bisa menuju putaran kedua pembicaraan paling cepat hari Kamis,” demikian isi laporan yang dikutip dari sumber pejabat AS. (english.alarabiya.net)
Di tengah upaya tersebut, Pakistan juga disebut mengajukan diri sebagai tuan rumah untuk putaran kedua negosiasi. Dua pejabat Pakistan yang berbicara secara anonim kepada media internasional menyebut Islamabad siap memfasilitasi pertemuan lanjutan dalam beberapa hari ke depan, meski keputusan akhir masih bergantung pada kesepakatan kedua pihak mengenai lokasi perundingan.

BACA JUGA:  Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Sebelumnya, perundingan damai antara AS dan Iran telah dimulai pada akhir pekan lalu di Islamabad. Namun, negosiasi yang berlangsung maraton selama lebih dari 20 jam itu berakhir tanpa kesepakatan. Kebuntuan tersebut kemudian disusul dengan langkah keras Presiden AS Donald Trump yang mengumumkan blokade terhadap kawasan strategis Selat Hormuz, jalur pelayaran vital bagi distribusi minyak dunia.

Situasi di kawasan sendiri masih berada dalam masa gencatan senjata sementara yang dimulai sejak Selasa pekan lalu. Gencatan senjata tersebut direncanakan berlangsung selama dua pekan, meski terbuka kemungkinan untuk diperpanjang apabila proses negosiasi menunjukkan perkembangan positif.

BACA JUGA:  Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Langkah menuju perundingan lanjutan ini dipandang sebagai sinyal bahwa kedua negara masih membuka ruang diplomasi, meskipun tensi geopolitik tetap tinggi, terutama menyangkut isu program nuklir Iran, sanksi ekonomi, dan keamanan jalur energi global. Pasar minyak dunia juga terus memantau perkembangan ini karena setiap perubahan di Selat Hormuz berpotensi memengaruhi harga energi internasional

Jika terlaksana, putaran kedua pembicaraan pada 16 April diperkirakan akan menjadi momentum penting untuk menentukan arah hubungan AS-Iran dalam beberapa pekan ke depan, sekaligus menguji apakah jalur diplomasi mampu meredam potensi eskalasi baru di kawasan Timur Tengah.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version