GazanaPublika.com – Hujan deras dan terparah melanda Uni Emirat Arab. Akibatnya menggenangi jalan utama bahkan menyebabkan aktifitas terhambat penerbangan di Bandara Internasional Dubai.
Pemerintah melaporkan, hujan ini terparah dalam kurun 75 tahun terakhir. Curah hujan yang mulai turun pada Senin malam terus meningkat hingga Selasa malam, mencapai lebih dari 142 mm di kota gurun Dubai. Jumlah ini melebihi rata-rata curah hujan dalam satu setengah tahun.
Hujan juga terjadi di Bahrain, Oman, Qatar, dan Arab Saudi, meskipun Uni Emirat Arab menjadi yang paling terdampak. Bandara Internasional Dubai, yang biasanya mengalami rata-rata curah hujan 94,7 mm dalam setahun, menjadi pusat perhatian karena gangguan yang signifikan pada penerbangan. Emirates, maskapai penerbangan jarak jauh yang berbasis di Dubai, juga mengalami gangguan yang cukup besar. Hal ini diungkapkan melalui akun Twitter mereka pada hari Rabu (17/4/2024).
Beberapa wilayah pedalaman UEA mencatat curah hujan lebih dari 80 mm dalam 24 jam hingga pukul 8 pagi pada hari Selasa, mendekati rata-rata tahunan sekitar 100 mm. Meskipun hujan jarang terjadi di UEA, yang merupakan semenanjung Arab yang gersang, namun terjadi secara berkala selama bulan-bulan musim dingin yang lebih sejuk.
Akibatnya, rumah-rumah terendam banjir dan kendaraan ditinggalkan di jalan raya di Dubai, sementara pihak berwenang mengirim truk tanker ke jalan-jalan untuk memompa air. Banyak jalan dan daerah lain mengalami kekurangan drainase karena kurangnya curah hujan yang teratur.
Banjir juga melanda pusat perbelanjaan utama seperti Dubai Mall dan Mall of the Emirates, dengan air setinggi pergelangan kaki terlihat di setidaknya satu stasiun Metro Dubai, seperti yang terlihat dalam gambar yang diposting di media sosial. (Sumber: Liputan6.com)
