Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sindiran Macron ke Netanyahu Soal Israel dan PBB Memanaskan Hubungan Kedua Negara

Sindiran Macron ke Netanyahu Soal Israel dan PBB Memanaskan Hubungan Kedua Negara

Internasional Rabu, 16 Oktober 2024 20:09 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram
Foto: france24.com

Advertisement

GazanaPublika.com – Presiden Prancis, Emmanuel Macron, melayangkan kritik tajam kepada Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, terkait kebijakan Israel yang dianggapnya keras kepala dalam beberapa waktu terakhir. Macron menegaskan bahwa Netanyahu tidak seharusnya melupakan bahwa berdirinya Israel sebagai negara adalah hasil keputusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

“Netanyahu tidak boleh melupakan bahwa negara yang ia pimpin berdiri atas dasar keputusan PBB,” ungkap Macron seperti disampaikan sumber AFP yang menirukan pernyataannya dalam pertemuan tertutup bersama kabinet di Istana Elysee.

Advertisement

Macron merujuk pada resolusi Majelis Umum PBB pada tahun 1947, yang memutuskan pembagian wilayah Palestina menjadi negara Yahudi dan negara Arab. Karena resolusi itulah, Israel bisa eksis sebagai sebuah negara, lanjut Macron. Ia pun menekankan, sebagai negara yang “dilahirkan” oleh keputusan PBB, Israel tidak boleh mengabaikan peran PBB dalam urusan internasional.

“PBB lah yang memungkinkan lahirnya Israel, oleh karena itu, Netanyahu seharusnya tidak mengabaikan keputusan-keputusan organisasi tersebut,” imbuh Macron.

BACA JUGA:  Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Pernyataan keras Macron muncul di tengah protes global atas aksi Israel yang terus menyerang Gaza dan memperluas serangan hingga ke Lebanon selatan. Serangan tersebut bahkan melibatkan pasukan perdamaian PBB (UNIFIL), yang mengakibatkan beberapa personel mengalami luka-luka akibat serangan Israel yang diklaim sebagai langkah melawan Hizbullah.

Berbagai negara dunia telah mengecam keras serangan Israel terhadap pasukan penjaga perdamaian PBB dan menyerukan segera dihentikannya aksi militer Israel. Namun, meski ada tekanan internasional, Israel tetap melanjutkan operasinya di wilayah tersebut.

Kantor Perdana Menteri Israel tak tinggal diam atas sindiran Macron. Dalam tanggapannya, mereka menegaskan bahwa Israel berdiri bukan karena keputusan PBB, melainkan berkat kemenangan dalam Perang Kemerdekaan.

“Pengingat bagi Presiden Prancis: Israel berdiri bukan karena keputusan PBB, tetapi karena kemenangan dalam Perang Kemerdekaan yang penuh dengan pengorbanan para pejuang kami,” demikian pernyataan resmi kantor Netanyahu, seperti dilaporkan oleh Anadolu Agency.

BACA JUGA:  Iran Bantah Adanya Dialog Teknis di Doha, Tuntut Pelaksanaan MoU Selat Hormuz

Kantor Netanyahu juga menambahkan bahwa ratusan resolusi PBB belakangan ini lebih sering bersifat antisemit dan bertujuan untuk merongrong hak Israel sebagai satu-satunya negara Yahudi yang sah.

Hubungan antara Netanyahu dan Macron semakin memanas setelah Prancis memutuskan untuk menghentikan ekspor senjata ke Israel. Macron menilai langkah tersebut sebagai satu-satunya cara untuk menghentikan konflik yang terus meluas, baik di Gaza maupun Lebanon. Di sisi lain, Netanyahu menganggap keputusan Prancis tersebut sebagai penghinaan dan menyatakan bahwa semua negara yang beradab seharusnya berada di pihak Israel dalam konflik ini.

Keputusan Macron menghentikan pasokan senjata ini menjadi salah satu babak baru dalam ketegangan antara Israel dan Prancis di tengah eskalasi konflik di Timur Tengah.

Sumber: CNNIndonesia.com

Advertisement

Benjamin Netanyahu Israel
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.