Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Wabah E. coli Terkait Quarter Pounder McDonald’s Menjangkiti 75 Orang di AS

Wabah E. coli Terkait Quarter Pounder McDonald’s Menjangkiti 75 Orang di AS

Internasional Sabtu, 26 Oktober 2024 11:29 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, New York – Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) melaporkan peningkatan jumlah kasus infeksi bakteri E. coli yang diduga berasal dari burger Quarter Pounder di jaringan restoran cepat saji McDonald’s. Kasus infeksi ini telah melonjak dari 49 menjadi 75 orang. Dari 61 pasien yang riwayat kesehatannya tercatat, sebanyak 22 orang dirawat di rumah sakit, dengan dua orang di antaranya mengalami sindrom hemolitik uremik—kondisi serius yang berpotensi menyebabkan gagal ginjal. Selain itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia.

Bakteri yang bertanggung jawab atas wabah ini adalah E. coli strain O157:H7, yang diketahui menyebabkan infeksi serius, terutama bagi kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan individu dengan sistem imun yang lemah. Menyusul temuan ini, McDonald’s menghentikan sementara penyajian Quarter Pounder di sekitar 2.800 dari total 14.000 restoran di AS yang terkena dampak.

BACA JUGA:  Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Advertisement

Penyelidikan awal FDA bersama McDonald’s mengindikasikan bahwa sumber infeksi kemungkinan besar berasal dari bawang irisan tipis yang dipasok oleh Taylor Farms. McDonald’s pun segera menarik bawang tersebut secara sukarela dari restoran yang terdampak. Taylor Farms juga melakukan penarikan pada batch bawang tertentu dari fasilitas produksi di Colorado, yang diketahui telah didistribusikan ke sekitar 900 restoran di Colorado, Kansas, Wyoming, dan wilayah sekitarnya.

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC), wabah ini telah menjangkiti beberapa negara bagian, dengan Colorado menjadi yang paling terdampak dengan 26 kasus. Sementara bawang dari Taylor Farms merupakan tersangka utama, Departemen Pertanian AS turut menguji sampel daging sapi dalam burger untuk memastikan sumber penyebaran bakteri E. coli ini.

BACA JUGA:  Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Meski McDonald’s dan Taylor Farms telah melakukan penarikan produk, CDC menyebutkan bahwa risiko infeksi bagi masyarakat umum tetap rendah. Tak hanya McDonald’s, beberapa jaringan restoran cepat saji lain seperti Taco Bell dan Burger King juga ikut menarik bawang segar dari menu mereka yang disuplai oleh Taylor Farms sebagai langkah pencegahan.

Kabar ini menimbulkan dampak langsung di pasar saham, dengan saham McDonald’s tercatat mengalami penurunan sekitar 3% pada penutupan perdagangan Jumat. Analis BTIG, Peter Saleh, menyatakan bahwa wabah ini dapat membawa dampak negatif jangka pendek bagi McDonald’s jika tidak segera tertangani.

Sumber: CNBCIndonesia.com

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Berita Utama

Intelijen Ukraina Klaim 8 WNI Direkrut Jadi Tentara Bayaran Rusia

Internasional

Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Internasional

Gempa Magnitudo 7,1 di Jepang Picu Ledakan dan Runtuhnya Aeon Mall Kumamoto, Belasan Orang Masih Hilang

Berita Utama

Harga Minyak Dunia Tembus $100 per Barel Akibat Eskalasi Konflik di Laut Merah dan Selat Hormuz

BERITA TERBARU

Gerakan 9 Bersama AMPP Gelar Aksi, Soroti Dugaan Buruknya Kualitas Jalan Program Bang Andra di Lebak Selatan

Kasus Uun Berujung Restorative Justice, Ada Apa?

Haidar Widodo Ingatkan RUU Perampasan Aset Bisa Jadi Pisau Bermata Dua

Ahok Khawatir UU Perampasan Aset Disalahgunakan

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

Wakil Kepala Desa, Perlukah?

RAGAM

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Menyelami Konsep Dasar Kalender Maya

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.