Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Survei SMRC: Tanpa KDM, Gibran Ungguli Prabowo dalam Simulasi Pilpres

Nasional Jumat, 23 Oktober 2026 2:41 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta — Bagaimana peta persaingan menuju kursi presiden jika nama Dedi Mulyadi tidak masuk dalam bursa kandidat? Survei Saiful Mujani Research & Consulting (SMRC) pada Oktober 2026 memberikan gambaran yang menarik. Dalam simulasi tiga nama tanpa Dedi Mulyadi atau KDM, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka justru menempati posisi teratas, mengungguli Presiden Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Gibran meraih dukungan 29,7%, berselisih tipis dengan AHY yang memperoleh 28,2%. Sementara itu, Prabowo berada di urutan ketiga dengan 22,7%. Adapun 19,4% responden belum menentukan pilihan.

Advertisement

Hasil tersebut menjadi salah satu temuan yang menonjol dalam survei nasional SMRC yang dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026. Sebab, dalam simulasi lain yang memasukkan nama KDM, mantan Gubernur Jawa Barat itu justru memimpin dengan jarak dukungan yang cukup lebar dari para pesaingnya.

Dalam simulasi semi terbuka dengan 24 nama, Dedi Mulyadi memperoleh elektabilitas 35,5%. Anies Baswedan berada di urutan berikutnya dengan 10,3%, disusul Prabowo sebesar 9,8% dan Gibran 8,4%. Responden yang belum menentukan pilihan mencapai 13,9%.

BACA JUGA:  Nusron Wahid Pilih Mundur dari Kepengurusan Golkar, Sebut Sudah Bahas dengan Bahlil

Perbedaan hasil kedua simulasi itu memperlihatkan bahwa peta persaingan dapat berubah ketika komposisi kandidat yang ditawarkan kepada responden berbeda. Namun, hasil tersebut tidak serta-merta membuktikan bahwa pemilih KDM akan beralih kepada Gibran apabila nama Dedi tidak masuk dalam kontestasi.

Gambaran mengenai kuatnya dukungan terhadap KDM terlihat lebih jelas dalam simulasi dua nama yang mempertemukannya dengan Prabowo. Dalam skenario tersebut, Dedi meraih 69,3%, sedangkan Prabowo memperoleh 18,8%. Sebanyak 12% responden tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

Angka itu menempatkan KDM jauh di atas Prabowo dalam simulasi berhadapan langsung. Sementara itu, posisi Gibran dalam simulasi tiga nama tanpa KDM menunjukkan bahwa dukungannya berada di atas Prabowo dan AHY, meskipun selisihnya dengan AHY relatif tipis.

Sorotan lain dari hasil survei tersebut adalah penurunan elektabilitas Prabowo dalam simulasi semi terbuka. Pada November 2025, dukungan terhadap Prabowo tercatat sebesar 34,9%. Angka itu turun menjadi 33,3% pada Februari–Maret 2026, sebelum berada di level 9,8% dalam survei Oktober 2026.

BACA JUGA:  Rismon Sianipar Kritikal Jawaban Pemerintah dalam Sidang Uji Materi Praperadilan di MK

Pada periode yang sama, elektabilitas Dedi Mulyadi justru meningkat dari 19,7% menjadi 35,5%. Perubahan angka tersebut memperlihatkan pergeseran posisi kedua tokoh dalam simulasi yang dilakukan SMRC.

Temuan lain menyangkut basis pemilih Partai Gerindra. Berdasarkan data dalam bahan survei, hanya 20% pemilih Gerindra yang memilih Prabowo, sedangkan 74% disebut cenderung memilih calon lain. Angka ini menjadi catatan tersendiri karena Prabowo merupakan tokoh utama partai tersebut.

Survei nasional SMRC itu melibatkan 1.213 responden yang memiliki hak pilih di seluruh Indonesia. Sampel terdiri atas 1.013 responden pemilik telepon seluler yang dipilih melalui metode double sampling dan 200 responden non-pemilik telepon seluler melalui metode stratified multistage random sampling. Survei mencantumkan margin of error sekitar 2,9% pada tingkat kepercayaan 95%.

Hasil survei tersebut merupakan gambaran pilihan responden dalam simulasi, bukan prediksi pasti hasil pemilihan presiden mendatang. Meski demikian, perbedaan posisi kandidat dalam berbagai skenario memperlihatkan bahwa persaingan elektabilitas tidak hanya ditentukan oleh popularitas masing-masing tokoh, tetapi juga oleh komposisi nama yang dihadapkan kepada pemilih.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Berita Utama

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Nasional

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

Nasional

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

BERITA TERBARU

Wajib Halal Diundur hingga 2028, Menteri UMKM Ungkap Biaya Jadi Kendala

Bahasa Jawa Menggema di Parlemen Malaysia, Kalam Salan Kritik Dampak Karhutla RI

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version