Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Kronologi Bentrokan Demo UU TNI di Malang: Dari Damai Hingga Ricuh

Kronologi Bentrokan Demo UU TNI di Malang: Dari Damai Hingga Ricuh

Nasional Senin, 24 Maret 2025 4:15 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Malang – Aksi unjuk rasa penolakan Revisi UU TNI di depan Gedung DPRD Kota Malang berubah ricuh, Minggu (23/3/2025) malam. Demonstran yang awalnya berorasi damai mulai memanas saat mencoba menerobos gedung. Aparat membubarkan massa dengan water cannon dan pentungan, memicu bentrokan. Petasan, batu, dan bom molotov dilempar demonstran, menyebabkan kebakaran di teras gedung.

Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa Revisi UU TNI yang baru disahkan berpotensi menghidupkan kembali praktik dwi fungsi militer, yang dinilai dapat membatasi kebebasan sipil dan mengembalikan praktik-praktik era Orde Baru. Demonstran menuntut agar revisi UU tersebut dicabut dan hak-hak sipil tetap dilindungi.

Advertisement

Begini kronologi terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dan mahasiswa sebagai berikut:

1. Pukul 15.45 WIB: Aksi Damai Dimulai
Demonstrasi penolakan terhadap Revisi UU TNI dimulai di depan Gedung DPRD Kota Malang. Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil berkumpul, membawa poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU tersebut. Aksi diawali dengan mimbar orasi yang berlangsung kondusif.

BACA JUGA:  Rizal Fadillah Jadi Tersangka: Pengamat Nilai Isu Ijazah Jokowi Lebih Menonjol daripada Identitas dan Stabilitas PSI di Jabar

2. Pukul 17.45 WIB: Berbuka Puasa Bersama
Massa aksi berhenti sejenak untuk berbuka puasa bersama, menunjukkan suasana yang masih terkendali. Setelah itu, aksi teatrikal simbolik dilakukan, termasuk pembakaran replika seragam TNI sebagai bentuk protes.

3. Pukul 18.20 WIB: Upaya Penerobosan Gedung DPRD
Situasi mulai memanas ketika sejumlah demonstran mencoba menerobos masuk ke Gedung DPRD Kota Malang melalui pintu utara. Upaya ini memicu ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan.

4. Pukul 18.30 WIB: Aparat Bergerak dan Bentrokan Pecah
Aparat kepolisian bersama personel TNI mulai melakukan penyisiran dan upaya pembubaran massa di sekitar Balai Kota Malang. Demonstran merespons dengan melemparkan petasan, batu, dan bom molotov ke arah gedung DPRD.

BACA JUGA:  Anggaran MBG Terserap Rp139,77 Triliun, BGN Masih Punya Sisa Rp79 Triliun

5. Pukul 18.30 WIB: Kebakaran di Gedung DPRD
Salah satu bom molotov mengenai teras gedung DPRD, menyebabkan kebakaran. Kursi di depan gedung dan pos satpam di belakang gedung terbakar. Aparat segera menggunakan mobil water cannon untuk memadamkan api dan membubarkan massa.

6. Pukul 18.40 WIB: Penangkapan dan Kekerasan
Dalam proses pembubaran, aparat menangkap sejumlah demonstran. Beberapa demonstran mengalami pemukulan dan intimidasi. Tim medis, jurnalis, dan pendamping hukum juga dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan.

7. Pukul 19.00 WIB: Sweeping dan Dugaan Penculikan
Beberapa demonstran yang mencoba melarikan diri mengalami sweeping, pemukulan, bahkan dugaan penculikan oleh aparat berpakaian preman. Situasi semakin kacau, dengan puluhan orang terluka dari kedua pihak.

8. Malam Hari: Situasi Berangsur Kondusif
Hingga malam hari, situasi mulai tenang, meskipun aparat keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah kerusuhan lanjutan.

Advertisement

Demontrasi TNI
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Nasional

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Nasional

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Berita Utama

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Nasional

Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Didakwa Terima Suap Rp203 Miliar, Modus Pembayaran Jasa Hukum

BERITA TERBARU

Anggota Satpol PP DKI Luka Enam Jahitan Usai Bentrok dengan Pekerja Proyek di Jaksel

Karhutla Belum Mereda, Asap Lintas Negara Jadi Sorotan Pemerintah

Prabowo Gelar Rapat Khusus Karhutla, Dudung Laporkan Penanganan di Sejumlah Daerah

Penggali Sumur di Malingping Meninggal, Tertimbun 7 Jam

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

OPM/KKB: Menjadikan Warga Sipil sebagai Objek Teror dan Brutal Adalah Kejahatan Kemanusiaan

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version