Advertisement
GazanaPublika.com, Malang – Aksi unjuk rasa penolakan Revisi UU TNI di depan Gedung DPRD Kota Malang berubah ricuh, Minggu (23/3/2025) malam. Demonstran yang awalnya berorasi damai mulai memanas saat mencoba menerobos gedung. Aparat membubarkan massa dengan water cannon dan pentungan, memicu bentrokan. Petasan, batu, dan bom molotov dilempar demonstran, menyebabkan kebakaran di teras gedung.
Aksi ini dipicu oleh kekhawatiran bahwa Revisi UU TNI yang baru disahkan berpotensi menghidupkan kembali praktik dwi fungsi militer, yang dinilai dapat membatasi kebebasan sipil dan mengembalikan praktik-praktik era Orde Baru. Demonstran menuntut agar revisi UU tersebut dicabut dan hak-hak sipil tetap dilindungi.
Advertisement
Begini kronologi terjadinya bentrokan antara aparat kepolisian dan mahasiswa sebagai berikut:
1. Pukul 15.45 WIB: Aksi Damai Dimulai
Demonstrasi penolakan terhadap Revisi UU TNI dimulai di depan Gedung DPRD Kota Malang. Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil berkumpul, membawa poster dan spanduk bertuliskan penolakan terhadap UU tersebut. Aksi diawali dengan mimbar orasi yang berlangsung kondusif.
2. Pukul 17.45 WIB: Berbuka Puasa Bersama
Massa aksi berhenti sejenak untuk berbuka puasa bersama, menunjukkan suasana yang masih terkendali. Setelah itu, aksi teatrikal simbolik dilakukan, termasuk pembakaran replika seragam TNI sebagai bentuk protes.
3. Pukul 18.20 WIB: Upaya Penerobosan Gedung DPRD
Situasi mulai memanas ketika sejumlah demonstran mencoba menerobos masuk ke Gedung DPRD Kota Malang melalui pintu utara. Upaya ini memicu ketegangan antara massa aksi dan aparat keamanan.
4. Pukul 18.30 WIB: Aparat Bergerak dan Bentrokan Pecah
Aparat kepolisian bersama personel TNI mulai melakukan penyisiran dan upaya pembubaran massa di sekitar Balai Kota Malang. Demonstran merespons dengan melemparkan petasan, batu, dan bom molotov ke arah gedung DPRD.
5. Pukul 18.30 WIB: Kebakaran di Gedung DPRD
Salah satu bom molotov mengenai teras gedung DPRD, menyebabkan kebakaran. Kursi di depan gedung dan pos satpam di belakang gedung terbakar. Aparat segera menggunakan mobil water cannon untuk memadamkan api dan membubarkan massa.
6. Pukul 18.40 WIB: Penangkapan dan Kekerasan
Dalam proses pembubaran, aparat menangkap sejumlah demonstran. Beberapa demonstran mengalami pemukulan dan intimidasi. Tim medis, jurnalis, dan pendamping hukum juga dilaporkan menjadi korban tindakan kekerasan.
7. Pukul 19.00 WIB: Sweeping dan Dugaan Penculikan
Beberapa demonstran yang mencoba melarikan diri mengalami sweeping, pemukulan, bahkan dugaan penculikan oleh aparat berpakaian preman. Situasi semakin kacau, dengan puluhan orang terluka dari kedua pihak.
8. Malam Hari: Situasi Berangsur Kondusif
Hingga malam hari, situasi mulai tenang, meskipun aparat keamanan tetap berjaga di sekitar lokasi untuk mencegah kerusuhan lanjutan.
Advertisement
