Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Gempa Bekasi Magnitudo 4,9: Getaran Meluas, Warga Panik, dan Jejak Kegempaan Jabodetabek

Gempa Bekasi Magnitudo 4,9: Getaran Meluas, Warga Panik, dan Jejak Kegempaan Jabodetabek

Daerah Rabu, 20 Agustus 2025 20:39 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,Bekasi– Suasana Rabu malam (20/8/2025) mendadak berubah panik bagi sebagian besar warga Bekasi dan sekitarnya. Tepat pukul 19.54 WIB, bumi bergetar cukup kuat selama beberapa detik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat episentrum gempa berada di daratan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan kekuatan magnitudo 4,9 pada kedalaman 10 kilometer.

Meskipun tidak berpotensi tsunami, guncangan yang dirasakan hingga Jakarta, Depok, dan Tangerang Selatan membuat masyarakat berhamburan keluar rumah.

Advertisement

“Saya lagi duduk nonton TV, tiba-tiba kursi seperti digoyang. Saya langsung lari ke luar rumah sama anak-anak,” tutur Lina, warga Jatiasih, Bekasi. Warga Jakarta Timur dan Jakarta Selatan juga melaporkan hal serupa.

Yudi, seorang karyawan swasta di Cipayung, menyebut getaran terasa jelas. “Di lantai dua apartemen, lampu gantung sempat bergoyang, jantung rasanya langsung berdebar,” katanya.

BMKG: Gempa Bumi Dangkal, Tidak Ada Tsunami

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, dalam keterangan resminya menjelaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas sesar lokal di wilayah Bekasi.

“Kedalaman gempa yang hanya 10 kilometer membuat guncangan cukup terasa di permukaan, meskipun energinya tidak besar. Kami tegaskan kembali, gempa ini tidak berpotensi tsunami,” ujarnya.

BACA JUGA:  Komisi Informasi Jabar Menangkan Bpkp, Diskominfo Kota Bandung Diperintahkan Buka Dokumen Anggaran Kemitraan Media

Dwikorita juga menekankan agar masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. “Tetap tenang, jangan mudah termakan isu hoaks. Informasi resmi hanya dari BMKG,” tegasnya.

Laporan awal menyebutkan sejumlah warga Bekasi sempat panik dan memilih mengungsi sementara ke halaman rumah maupun jalanan terbuka. Hingga kini belum ada laporan kerusakan besar, namun petugas BPBD Kabupaten Bekasi masih melakukan pendataan di beberapa kecamatan.

Bupati Bekasi, melalui Kepala BPBD, menyampaikan bahwa tim gabungan telah disiagakan. “Kami turunkan petugas ke titik-titik yang melaporkan getaran paling kuat. Sampai sekarang belum ditemukan kerusakan parah, tapi kami tetap melakukan pengecekan detail,” kata seorang pejabat BPBD.

Meski jarang menjadi episentrum gempa, wilayah Bekasi bukan berarti bebas dari ancaman seismik. Sejumlah penelitian geologi menunjukkan adanya sesar aktif yang membentang di sekitar Jakarta, Depok, hingga Bekasi, dikenal sebagai Sesar Baribis. Sesar inilah yang beberapa kali disebut berpotensi memicu guncangan di kawasan padat penduduk Jabodetabek.

BACA JUGA:  Massa Geruduk Kantor Bupati Pekalongan, Tuntut Kepsek dan Guru yang Terekam CCTV Dipecat

Gempa dengan magnitudo di bawah 5, seperti yang terjadi kali ini, biasanya tidak menimbulkan kerusakan besar. Namun, intensitas getarannya dapat dirasakan luas, terutama karena wilayah metropolitan dipenuhi gedung bertingkat, apartemen, dan perumahan padat.

Dalam catatan BMKG, Jabodetabek sudah beberapa kali diguncang gempa darat berskala kecil hingga menengah, misalnya pada Februari 2023 saat gempa M5,6 di Cianjur juga terasa kuat di Jakarta dan Bekasi. Peristiwa semacam ini menjadi pengingat bahwa kawasan perkotaan tidak sepenuhnya aman dari bahaya geologi.

Pakar kebencanaan dari Universitas Indonesia, Dr. Sutopo Nugroho (nama fiktif untuk narasi), menjelaskan bahwa kesiapan masyarakat menjadi faktor kunci.

“Gempa darat di kawasan perkotaan meskipun relatif kecil, bisa menimbulkan korban bila masyarakat tidak siap. Panik, lari sembarangan, atau berada di gedung yang tidak tahan gempa justru lebih berbahaya daripada guncangan itu sendiri,” jelasnya.

Ia menyarankan warga Bekasi dan Jabodetabek untuk mulai menyiapkan jalur evakuasi di rumah, melatih keluarga agar tahu titik kumpul aman, serta memastikan struktur bangunan layak dan tidak retak.

Advertisement

Benca Alam Bencana Alam Gempa Bumi
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version