Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Sinkhole Situjuah: Peringatan dari Tanah yang Terus Bergerak

Sinkhole Situjuah: Peringatan dari Tanah yang Terus Bergerak

Daerah Jumat, 30 Januari 2026 21:49 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com,  Padang – Fenomena sinkhole di Nagari Situjuah Batua, Sumatera Barat, belum dapat dinyatakan aman. Lubang runtuhan yang terbentuk di kawasan tersebut masih berpotensi melebar, terutama ke arah Tenggara–Barat Laut, seiring berlangsungnya ‘proses erosi internal’ di bawah permukaan tanah.

Hasil kaji cepat Badan Geologi menunjukkan sinkhole ini dikategorikan sebagai ‘pseudokarst’ atau ‘kars semu’. Berbeda dengan sinkhole pada kawasan batugamping, lubang di Situjuah terbentuk di material vulkanik yang relatif lebih rapuh. Kondisi ini membuat rongga di bawah permukaan lebih mudah berkembang dan melemahkan lapisan tanah di atasnya.

Advertisement

Potensi pelebaran dipicu oleh keberadaan ‘sungai bawah tanah’ yang mengalir di dalam lapisan tuf-lapili. Aliran air tersebut menyebabkan ‘erosi buluh’, yaitu pengikisan tanah dari dalam secara perlahan hingga membentuk rongga besar. Dalam jangka waktu tertentu, rongga ini dapat menyebabkan lapisan atas kehilangan daya dukung dan runtuh.

BACA JUGA:  Student Care Priangan Barat Gelar Diklat Jurnalistik dan Digitalisasi Informasi di Cianjur

Badan Geologi menetapkan ‘jarak aman sementara’ dari tepi sinkhole sejauh 17 meter ke arah Barat Daya–Timur Laut dan 30 meter ke arah Tenggara–Barat Laut. Penetapan ini masih bersifat awal dan memerlukan penelitian lanjutan, mengingat dinamika erosi di bawah tanah terus berlangsung.

Kajian juga membuka kemungkinan munculnya ‘sinkhole baru’ di sekitar lokasi, meskipun bersifat lokal dan cenderung mengikuti jalur aliran sungai bawah tanah. Wilayah Nagari Situjuah Batua dan Nagari Tungka di sisi Barat Daya dinilai memiliki tingkat kerentanan lebih tinggi dibandingkan area di sisi Timur Laut.

Untuk memetakan potensi bahaya secara lebih rinci, disarankan penggunaan pendekatan geofisika seperti ‘geolistrik’ dan ‘georadar’. Metode ini bertujuan mengidentifikasi rongga bawah tanah dan jalur aliran air yang berpotensi mempercepat proses pelapukan internal.

BACA JUGA:  Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Dalam penanganan, Badan Geologi menawarkan dua opsi. Pertama, sinkhole dibiarkan terbuka dengan pengaturan ketat terhadap aliran udara dan air serta penetapan radius aman yang terukur. Kedua, dilakukan upaya pengendalian melalui ‘rekayasa teknik sipil’, termasuk penguatan tebing dan pengaturan debit aliran sungai bawah tanah untuk menekan laju erosi.

Masyarakat diimbau menjaga jarak dari area berisiko, tidak mempercayai klaim terkait ‘air berkhasiat’, serta segera melaporkan tanda awal seperti retakan tanah, amblesan kecil, atau perubahan pola aliran air. Fenomena ini dipandang sebagai ‘proses berkelanjutan’ yang memerlukan pemantauan jangka panjang, mengingat perubahan di bawah permukaan dapat terjadi tanpa tanda visual yang jelas di atas tanah.

Advertisement

ASN Iran Lebaran
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Daerah

Polisi Bongkar Kasus Pengantin Pesanan WNA China, Siswi SMK Asal Tasikmalaya Ditemukan di PIK 2

Daerah

DPRD Kabupaten Sukabumi Gelar Rapat Paripurna ke-27 Bahas Raperda Perubahan SOTK

Daerah

Kamonesan NJP Cianjur Himpun 110 Seniman, Siapkan Kolaborasi Kolosal ‘Sasakala Gunung Padang’

Daerah

KPK Tetapkan 8 Tersangka dalam Kasus Dugaan Suap Pengurusan HGB Summarecon di Bogor

BERITA TERBARU

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version