Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » Tentara Nepal Dikerahkan Usai Kerusuhan Besar, Parlemen Dibakar dan PM Mundur

Tentara Nepal Dikerahkan Usai Kerusuhan Besar, Parlemen Dibakar dan PM Mundur

Internasional Kamis, 11 September 2025 15:24 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

GazanaPublika.com, Kathmandu – Krisis politik dan keamanan di Nepal mencapai puncaknya setelah gelombang protes besar-besaran mengguncang ibu kota Kathmandu. Tentara Nepal pada Rabu (10/9/2025) dikerahkan untuk berpatroli di jalan-jalan kota, menyusul pembakaran gedung parlemen dan pengunduran diri Perdana Menteri KP Sharma Oli sehari sebelumnya.

Kerusuhan kali ini disebut sebagai yang terburuk dalam dua dekade terakhir di negara Himalaya tersebut. Dengan pengeras suara, tentara mengumumkan pemberlakuan jam malam, sementara kendaraan lapis baja melintas di antara bangkai mobil dan gedung-gedung yang hangus terbakar. Kepala Staf Angkatan Darat Nepal, Jenderal Ashok Raj Sigdel, menyerukan para demonstran agar “menghentikan aksi protes dan terlibat dalam dialog.”

Akar krisis bermula pada Senin, ketika ribuan orang turun ke jalan memprotes kebijakan pemerintah yang melarang penggunaan media sosial, di tengah maraknya dugaan korupsi pejabat. Gelombang unjuk rasa yang dipimpin generasi muda dan menamakan diri gerakan ‘Gen Z’ itu segera membesar menjadi ledakan kemarahan nasional.
Bentrokan dengan aparat menewaskan sedikitnya 19 orang, memicu aksi balasan massa yang membakar gedung-gedung pemerintah, termasuk parlemen.

Coretan protes terpampang di dinding yang menghitam akibat kebakaran, dengan pesan sinis: “Kalian memilih lawan yang salah. Hormat kami, Gen Z.”

BACA JUGA:  Kapal Induk Terbesar AS Ditarik dari Timur Tengah, USS Gerald Ford Jalani Perbaikan di Yunani

Militer memperingatkan keras bahwa setiap aksi vandalisme, penjarahan, pembakaran, atau serangan terhadap individu atas nama protes akan dianggap sebagai tindak pidana berat.

Pemimpin Politik Tumbang

Situasi kian genting setelah Perdana Menteri KP Sharma Oli (73) dan Presiden Ram Chandra Poudel resmi mengundurkan diri pada Selasa (9/9/2025), hanya beberapa jam setelah bentrokan mematikan terjadi. Pengunduran diri keduanya meninggalkan Nepal dalam kekosongan kepemimpinan di tengah situasi yang semakin mencekam.

Rumah pribadi Oli ikut menjadi sasaran massa yang marah, dibakar habis-habisan pada Selasa malam. Oli sendiri mengaku mundur demi membuka jalan menuju “solusi politik”, namun hingga kini keberadaannya tidak diketahui.

Tak hanya itu, kediaman mantan Perdana Menteri Jhalanath Khanal juga dibakar massa. Istrinya, Rabi Laxmi Chitrakar, tewas mengenaskan akibat luka bakar setelah terperangkap di dalam rumah. Menurut laporan Newsweek, Khanal berhasil menyelamatkan diri, tetapi tidak bisa menolong sang istri.

Gelombang amarah massa juga merambah kediaman mantan PM lainnya: Pushpa Kamal Dahal “Prachanda” serta Sher Bahadur Deuba, yang sempat dikepung di Budhanilkantha, Kathmandu.

BACA JUGA:  Babak Baru Diplomasi AS-Iran Menguat, Negosiasi Putaran Kedua Berpeluang Digelar 16 April

Kota Mencekam

Asap pekat masih mengepul dari puing gedung-gedung pemerintah, rumah politikus, hingga pusat perbelanjaan yang dilahap api. Bandara internasional Kathmandu yang sempat lumpuh akhirnya diperkirakan kembali beroperasi pada Rabu.

“Ini akibat dari perbuatan buruk para pemimpin kita,” kata Dev Kumar Khatiwada (60), pensiunan polisi, kepada AFP di sebuah warung teh. Namun, ia juga mengecam aksi anarkis.

“Pembakaran gedung besar tidak bisa dibenarkan. Vandalisme bukanlah jalan keluar yang tepat.”

Meski demikian, suara rakyat tampak sudah mencapai titik kulminasi. Generasi muda, yang kecewa dengan korupsi, ketidakadilan sosial, serta otoritarianisme pemerintah, kini menjadikan jalanan Kathmandu sebagai panggung revolusi.

Nepal di Ambang Kekacauan

Dengan parlemen terbakar, pemerintahan kosong, dan tentara mengambil alih keamanan, Nepal kini berdiri di ambang ketidakpastian. Pertanyaan besar muncul: apakah gelombang protes ini akan membuka jalan bagi tatanan politik baru, atau justru menyeret Nepal ke dalam spiral kekacauan yang lebih dalam?

Untuk sementara, yang jelas terlihat hanyalah bayangan gedung-gedung yang menghitam, jalan-jalan kota yang dijaga tentara bersenjata, serta rakyat Nepal yang masih mencari arah dari negeri yang terombang-ambing tanpa kepemimpinan.

Kota Serang
Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Teheran Mulai Persiapkan Upacara Pelepasan Ali Khamenei, Prosesi Dijadwalkan Berlangsung Sebelum Akhir Juni

Internasional

Eskalasi Serangan Udara dan Perintah Pengosongan Paksa Guncang Lebanon Selatan

Internasional

Skema Baru Pergerakan Jemaah Pasca-Wukuf Diapresiasi, Utamakan Keselamatan Jiwa

Internasional

Gaza Diguncang Tiga Ledakan Besar Jelang Idul Adha: Israel Klaim Eliminasi Kepala Sayap Militer Hamas

BERITA TERBARU

Tren Sengketa Informasi di Jabar Bergeser ke Sektor Pendidikan, Dipicu Alokasi Dana BOS

Kantor BGN Digeledah Kejagung Usai Copot Jabatan Pimpinan, Diduga Terkait Kasus Jual Beli Titik ‘SPPG’

Kasus Korupsi BGN: Eks Kepala dan Dua Mantan Wakil Resmi Menyandang Status Tersangka

Polda Banten Meringkus Debt Collector Yang Melakukan Perampasan dan Penganiayaan Terhadap Personel Brimob

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Menelusuri Potensi Cara Berpikir yang Tertulis dalam Untaian DNA, Ini Cetak Birunya

Mengurai Dialektika Genetika, Epigenetika, dan Jati Diri Klan Leluhur

Kritik dan Dialektika Kebijakan Alokasi Anggaran Makan Bergizi Gratis 2026

RAGAM

Narasi Tandingan: Apakah Bintang Sebagaimana Matahari?

AI Bukan Tuhan: Menelanjangi Ilusi Mahatahu di Balik Kecerdasan Buatan

Eksotis, Alami dan Memikat: Rahasia Surga Ekowisata Banten yang Jarang Orang Tahu

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini
© 2026 Gazana Publika | Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks Berita

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.