Close Menu
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Masuk
Login Gazana Publika
Facebook X (Twitter) Instagram
GazanaPublika.com
Facebook X (Twitter) Instagram TikTok YouTube
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Lainnya
    • Opini
    • Historika
    • Ragam
    • Spesial
    • Gaya Hidup
    • Ekonomi
    • Arban Ramizud Raray
    • Kriminalitas
    • Indeks Berita
GazanaPublika.com
  • Home
  • Nasional
  • Daerah
  • Banten
  • Internasional
  • Tasawuf Elegan
  • Genta Qalbu
  • Historika
  • Ragam
  • Spesial
  • Gaya Hidup
  • Opini
  • Indeks Berita
Beranda » B-52 Turun ke Medan, AS Klaim 1.700 Target Iran Digempur dalam 72 Jam Operasi Epic Fury

B-52 Turun ke Medan, AS Klaim 1.700 Target Iran Digempur dalam 72 Jam Operasi Epic Fury

Internasional Rabu, 4 Maret 2026 14:51 WIB
Facebook Twitter WhatsApp Tumblr Telegram

Advertisement

GazanaPublika.com, Jakarta – Langit kian menggelap akibat konflik timur tengah. Dikabarkan, serangan militer Amerika Serikat (AS) kemarin lalu, Sabtu (28/2/2028) resmi mengerahkan pesawat pengebom strategis B-52 dalam serangkaian serangan terbarunya terhadap Iran—dalam eskalasi yang Operasi Epic Fury.

Untuk pertama kalinya dalam gelombang serangan ini, Washington menggunakan B-52 dalam operasi yang dilakukan secara terkoordinasi dengan Israel. Pengerahan pesawat pengebom jarak jauh tersebut menjadi sorotan karena daya hancurnya yang besar serta kapasitas muatan amunisinya yang masif.

Advertisement

Komando Pusat AS atau United States Central Command (CENTCOM), yang mengawasi operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, merilis pencapaian harian terbaru melalui fact sheet tentang Operasi Epic Fury terhadap Iran, seperti dilansir Al Arabiya, Rabu (4/3/2026).

BACA JUGA:  Rentetan Ledakan Guncang Pulau Kharg Iran, Kapal Tanker Diklaim Jadi Sasaran

Dalam dokumen tersebut disebutkan bahwa sejumlah pesawat pengebom B-52 Stratofortress digunakan dalam serangan-serangan terhadap Iran. Pesawat ini dikenal mampu membawa bom dan rudal dalam jumlah besar untuk misi jarak jauh.
Namun, hingga kini tidak dijelaskan secara rinci kapan tepatnya B-52 itu mulai dikerahkan dalam rangkaian serangan tersebut. Sebelumnya, Washington telah lebih dulu menggunakan pesawat pengebom siluman B-2 dan B-1 dalam gelombang awal operasi.

Laporan CENTCOM juga mengungkap skala serangan yang jauh lebih luas dari perkiraan awal. Dalam 72 jam pertama Operasi Epic Fury yang dimulai Sabtu (28/2) waktu setempat, pasukan AS disebut telah menggempur lebih dari 1.700 target di berbagai wilayah Iran.

Angka itu melonjak tajam dibanding laporan sebelumnya yang menyebut sekitar 1.200 target telah dihantam dalam 48 jam pertama operasi. Lonjakan ini memperlihatkan intensitas serangan yang meningkat drastis dalam waktu singkat.

BACA JUGA:  Trump Klaim Kuasai Selat Hormuz, Kenyataannya Tidak

Operasi Epic Fury kini menjadi salah satu kampanye militer paling agresif Washington dalam beberapa tahun terakhir, dengan kombinasi kekuatan udara strategis dan koordinasi regional yang memperluas cakupan serangan. Di tengah klaim keberhasilan militer tersebut, perhatian dunia kini tertuju pada respons Teheran dan dampak lanjutan terhadap stabilitas kawasan.

Namun strategi yang dianggap kuat oleh Amerika itu dibalas membabi buta oleh Iran dengan menyerang pangkalan-pangkalan militer Amerika bahkan juga Ibukota Israel, Tel.Aviv. Diketahui, Iran memiliki teknologi militer yang tidak kalah kuatnya dengan AS.

Advertisement

Gazana Publika

Redaksi

BERITA LAINNYA

Internasional

Unjuk Rasa Tuntut Biaya Hidup di Prancis Meluas ke Sejumlah Negara Eropa

Internasional

Pemerintah Azerbaijan Larang Hijab di Sekolah, Gelombang Protes Pecah

Internasional

Iran Tegaskan Diplomasi Jadi Jalan Keluar Konflik, Pembukaan Selat Hormuz Tunggu Syarat Terpenuhi

Internasional

Tiga Wilayah Bersatu Dorong Kemerdekaan, Masa Depan Inggris Raya Dipertanyakan

BERITA TERBARU

Hudi Nurhudiyat: Menguatkan Kearifan Lokal dan Tasawuf

Majelis Al Ma’arijul Wathon Bahas Kekeliruan Kebatinan, Tekankan Integrasi Syariat dan Hakikat

Prabowo Ungkap Alasan Koalisi Gemuk: Indonesia Sebesar Eropa, tapi Hanya Punya Satu Kabinet

KPK Surati Panglima TNI soal Dugaan Keterlibatan Prajurit Aktif dalam Korupsi Dana Bencana BNPB

GENTA QOLBU

Hubungan Iman, Islam dan Ihsan

Sebuah Hikmah: Perlakuan Agama dan Adab

Terima Ketetapan Hari Ini dan Insya Allah untuk Esok

Iman Itu Telanjang, Bajunya Itu Takwa

TASAWUF ELEGAN

Syukur Sangat Berharga Bagi Sang Khalik, Sabar Sangat Bangga Bagi Sang Khalik

Tasawuf dan Ilmu Kebatinan

Sakralitas Maulid Nabi Muhammad SAW Diyakini Semua Umat di Nusantara

OPINI

Perang Yaman: Arab Saudi di Persimpangan Strategi

MK, PTUN, dan Persoalan Ijazah: Sampai di Mana Batas Kewenangan Hakim

Pendalaman Literasi Digital Student Care Wilayah Papua

RAGAM

Di Bumi Barat, Ternyata Vampir Tak Pernah Mati

Masih Ada Ikan Purba di Laut Indonesia

Struktur Hari dan Bulan Kalender Maya: Rahasia Siklus Angka 13, 20 Hari, dan 18 Bulan

Facebook X (Twitter) Instagram Pinterest YouTube
  • Nasional
  • Internasional
  • Daerah
  • Banten
  • Historika
  • Spesial
  • Ragam
  • Genta Qalbu
  • Tasawuf Elegan
  • Opini

| Redaksi | Kebijakan Privasi | Pedoman Media Siber | Disclaimer | Indeks |

© 2026 Gazana Publika - Medianya Aktifis Terpercaya

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.

Go to mobile version